Minahasa RayaPolitik dan Pemerintahan

Pemungutan Suara Pemilu 2024 Sudah Ditetapkan, Liando: Momentum Itu Harus Dimanfaatkan 

Manado, Timurtimes.com – Pemungutan Suara Pemilu 2024 sudah ditetapkan, dan akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Momentum pemilu itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh pihak penyelenggara terlebih partai politik yang akan berkontestasi.

Hal ini disampaikan Ferry Daud Liando saat membawa materi dalam diskusi yang digelar Pusat Studi Demokrasi bertemakan “Dinamika dan Tantangan Politik 2022 Menuju Pemilu 2024”. Jumat (4/2/2022) secara virtual melalui platform zoom meeting.

Menurut Liando, persiapan itu perlu di isi dengan mekanisme pendidikan politik, terutama pendidikan politik oleh parpol bagi kadernya untuk dipersiapkan sebagai calon.

“Hasil pemilu 2019 belum sepenuhnya menghasilkan anggota DRPD yang berkinerja baik,” katanya.

Liando menilai, dalam hal kemampuan dasar, masih banyak anggota DPRD yang belum pernah menyampaikan gagasan di forum-forum resmi baik di fraksi, komisi maupun di paripurna.

“Hal itu terjadi karena kemampuan publik speaking sangat terbatas. Mereka belum terlatih sebelum terpilih menjadi anggota DPRD. Itulah sebabnya kebijakan politik di daerah lebih banyak didominasi dan dikuasai oleh eksekutif,” tutur Dosen Kepemiluan itu.

Kemampuan dalam perencanaan anggaran dan analisis hukum sangat terbatas dan semua berdampak pada rendahnya kemampuan mereka dalam memperjuangkan kepentingan publik.

“Sebagain ada yang harus berurusan dengan hukum karena masalah moral. Hasil yang buruk ini disebabkan karena tidak adanya kepedulian parpol dalam mendidik dan melatih kader-kadernya sebelum menjadi calon,” tuturnya.

Liando menilai, sebagain parpol masih mengutamakan masyarakat yang sanggup menyetorkan uang sebagai syarat untuk dicalonkan parpol dan sebagain juga masih menonjolkan hubungan keluarga untuk dicalonkan.

“Proses pendidikan dan kaderisasi masih langkah dalam proses seleksi caleg di Sulut. Padahal setiap tahun semua parpol yang memiliki kursi di DPRD mendapat bantuan dana yang bersumber dalam APBD,” ucapnya.

Baca Juga:   Peringatan HUT KORPRI ke-51, Besok Pemkab Boltim Gelar Upacara

Dikatakan Liando, bantuan itu sesungguhnya dimaksudkan agar parpol bisa menjalankan fungsi kaderisasi jauh sebelum tahapan pemilu di mulai. Namun yang terjadi parpol nanti sibuk menyiapkan calon baru terjadi disaat tahapan pendaftaran dimulai.

“Oleh karena itu saya mendorong agar waktu yang panjang sebelum tahun 2024, masing-masing parpol sudah mulai menjaring nama-nama kader yang potensial kemudian mereka dilatih soal kepemimpinan, manajemen, hukum, tata kelola pemerintahan dan etika moral,” ujarnya.

“Sebab skil-skil ini yang dibutuhkan sebagai bekal mereka jika terpilih menjadi anggota DPRD nanti,” tandas mantan Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Fispol Unsrat itu.

Selain Liando, turut menjadi pembicara Prof. Firman Noor PhD selaku peneliti senior Pusat Riset Politik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Meidy Tinangon S.Si M.Si selaku Komisioner KPU Sulut juga sebagai pendiri GMM dan Junior Rawis selaku Direktur PSD GMM.

Diskusi yang digelar secara daring ini, dipandu oleh Mineshia Lesawengen selaku peneliti PSD GMM. (Etzar Frangky Tulung)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button