Soal Aksi Damai di Kantor Sinode, Pihak Yayasan Medika GMIM Angkat Bicara

0
419

Tomohon, Timurtimes.com – Aksi damai yang dilakukan Karyawan dan Staff Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon pada hari ini, Jumat (04/02/2022), di Kantor Sinode GMIM, ditanggapi pihak Yayasan Medika GMIM.

“Pergantian direksi yang telah dilakukan sudah sesuai prosedural. Pihak Yayasan telah mengirimkan surat teguran hingga sampai tahap peringatan”. Hal itu disampaikan Sekretaris Yayasan Medika GMIM Pdt. Jhon Fritzgerel Slat, M.Th., kepada sejumlah awak media setelah usai aksi damai.

“Untuk hal tersebut saya rasa itu sudah menjadi keputusan sah dari yayasan dan sudah mendapatkan pengesahan dari Sinode GMIM sendiri sesuai prosedural,” ucapnya.

Keterangan tersebut dilanjutkan Ketua Yayasan Medika GMIM Windy Y. Veronica Sompie – Lucas, bahwa hal ini adalah tindak lanjut dari hasil peringatan kepada Direksi RS Bethesda.

“Terkait adanya pergantian Direksi, karena adanya beberapa temuan dari pihak yayasan yang sudah tidak bisa lagi ditolerir oleh yayasan maupun sinode,” ujar Windy.

Dilanjutkannya, bahwa motif-motif lain dari para pegawai kami tidak tahu, ini hanya miss komunikasi saja, mereka juga tidak mau menyampaikan secara baik- baik. Jangan-jangan hal ini diduga untuk menutupi kesalahan yang sudah ada, sehingga mereka buat hal seperti ini.

Kemudian, Plt. Direktur RSU Bethesda Tomohon Dr. Yanti Langi mengatakan, pihaknya sudah memberikan kesempatan untuk pegawai menerima gaji cash di Kantor Sinode.

“Yang sebenarnya kami sudah menyiapkan gaji pegawai untuk diterima oleh mereka, namun ada intimidasi dari oknum tertentu yang menyuruh sebagian pegawai untuk jangan menerima gaji,” ujarnya.

“Padahal kami sudah menyiapkan gaji kepada seluruh pegawai untuk segera diambil saja, informasi pemblokiran adalah tidak benar. Justru ada beberapa yang tidak mau ambil gaji. Jadi sekarang petugas medis dan pegawai RS Bethesda yang ada untuk segera mengambil gajinya,” beber Langi.

Baca Juga:   Wujudkan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Perkuat Jajaran Internal dan Turun Lapangan

Kemudian, disinggung soal pakta integritas diakuinya tidak ada hal-hal kepentingan apapun dari Yayasan Medika GMIM yang menguntungkan sepihak dari yayasan sendiri.

“Saya mau titip sebagai ketua yayasan apapun perbedaan yang terjadi saat ini, saya secara pripadi dan teman-teman tidak dapat menghalangi apa yang ingin kalian inginkan,” tamba Ketua Yayasan Medika.

“Tolong, biarjo ini masalah kalau masih mo jadi masalah. Tapi trimah jo itu gaji karena ngoni perlu itu gaji, ngoni perlu makan. Saya mohon, sebagai ketua dan teman-teman pengurus yang ada berharap untuk gaji kalian diambil untuk keluarga kalian,” pungkasnya. (Etzar Frangky Tulung)