Nasional

Suara Aspirasi Senator SBNAL Direspon Positif Kementerian Pertanian RI

Jakarta, Timurtimes.com – Aspirasi yang disuarakan Senator SBANL Anggota DPD RI Dapil Sulut Ir. Stefanus B. A. N Liow, M.A.P., (SBANL) mendapat respon positif dan cepat dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

Berbagai aspirasi dan kepentingan daerah itu disuarakan Senator SBNAL dalam Rapat Kerja Komite II DPD RI dengan Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H., di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (31/1) baru-baru ini.

“Tidak terkecuali, kebutuhan vaksin rabies untuk hewan anjing dan vaksin hog chorela untuk ternak babi. Tidak dipungkiri tahun 2020 lalu, kematian akibat rabies di Sulut terbilang tinggi,” kata Senator.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi agar kejadian ternak babi di Sumut akibat hog chorela lalu tidak terjadi di Sulut. Bahkan beberapa tahun lalu, daging babi dari Sulut tidak dapat diperdagangan di luar daerah secara legal karena sempat didapati penyakit chorela.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc melalui Sekretarisnya Drh. Makmun, M.Sc mengakui dalam Raker Komite II DPD RI dengan Mentan RI, Senator dari Sulut Stefanus Liow menyampaikan permintaan vaksin dengan berbagai argumentasinya.

Usai Raker tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Keswan Kementan RI Drh. Makmun, M.Sc., menyampaikan bahwa aspirasi anggaran untuk Provinsi Sulut tahun 2022 yaitu Vaksin Rabies 11.700 layanan (dosis), vaksin hog chorela 39.000 layanan (dosis) dan Serum untuk penyakit ASF sebanyak 1.950 layanan (dosis).

Banyak kalangan memberikan apresiasi kepada Senator SBANL dalam menjembatani aspirasi dan kepentingan daerah dan masyarakat.

Ditempat terpisah, Drs. Jan Rein Tumilaar, M.Sc, ,M.Th., (Minahasa), Rolly Rorimpandey (Minsel), Selfran Wungow, S.E., (Minut) dan Jan Tamuntuan (Tomohon) mengatakan, mungkin dari nilainya kecil tetapi sungguh mendukung program dan upaya pemerintah dan masyarakat di daerah ini yang bertekad untuk bebas rabies dan chorela. (Etzar Frangky Tulung)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button