Danrem 133/NW Diwakili Kasiter Kasrem Pimpin Kegiatan Sosialisasi Pelatihan Penanaman Jagung

0
10

Gorontalo, Timur Times.com -Danrem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P pada Senin kemarin 28 Maret 2022 diwakili oleh Kasiter Kasrem 133/Nani Wartabone, Kolonel Inf Budiawan Basuki pada kegiatan sosialisasi pelatihan penanaman jagung kepada Babinsa Jajaran Korem 133/Nani Wartabone dalam rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan di Provinsi Gorontalo yang bertempat di aula Kusno Danupoyo, Makorem 133/Nani Wartabone jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Selasa, (29/3/2022).

Danrem 133/Nani Wartabone dalam sambutanNya yang disampaikan oleh Kasiter Kasrem 133/NW mengatakan, Perlu kami sampaikan bahwa seharusnya kegiatan sosialisasi penanaman jagung kepada Babinsa dibuka langsung Danrem 133/Nani Wartabonr, kegiatan ini adalah ide dari Danrem 133/NW, dimana masih ada beberapa Babinsa yang belum mengetahui tata cara bercocok tanam jagung.

“Saat ini dari bidang Ter masih mendata tiap-tiap kelompok tani di wilayahnya, bertujuan agar mendapatkan pengajuan bibit dan pupuk dari pemerintah dan tujuan kegiatan ini adalah bagaimana cara menanam jagung supaya hasil panen melimpah”, terangnya.

Dalam paparannya Peneliti BPTP Provinsi Gorontalo, Jaka Sumarno, M.Si menyampaikan tentang komponen teknologi budidaya tanaman jagung, Jenis Varietas jagung dan bagaimana caranya untuk menyiapkan lahan.

Joko Sumarsono menjelaskan, Pengolahan tanah sempurna dapat dilakukan dengan cara membajak dan menghaluskan tanah, agar dapat menghasilkan tanah yaitu, untuk Memperbaiki struktur tanah, tanah menjadi gembur, sehingga tercipta ruang dan pori-pori yang memungkinkan tanah mendapatkan aerasi udara, Mempermudah penyebaran akar
sehingga mudah menyerap hara, Mematikan gulma/rumput dan Membantu mencapuradukkan sisa tanaman, bahan organik tanah, dan hara sehingga lebih merata

“Untuk cara pembuatan saluran irigasi yaitu pembuatan saluran irigasi diperlukan
untuk memudahkan pengaturan air. Pembuatan saluran irigasi untuk setiap dua baris tanaman lebih efisien dibanding setiap baris tanaman, Saluran irigasi dibuat pada saat sebelum tanam atau
penyiangan pertama,” ungkapnya.

Disini kami juga menerangkan bagaimana cara pemupukan berimbang yaitu, pupuk Organik + Anorganik (kesuburan tanah akan terjamin sepanjang masa). Penggunaan pupuk anorganik/kimia (urea, SP36,KCI) terus menerus tanpa tambahan pupuk organik (pupuk kandang, kompos dll) dapat menguras kesuburan tanah yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas tanah dan pemberian pupuk berbeda antar-lokasi dan jenis jagung yang digunakan (hibrida, komposit, atau lokal).

“Terakhir, disini kami menjelaskan untuk cara Pemberian air pada tanaman jagung :
a. Awal tanam, pada fase ini jika terjadi kekeringan akan menyebabkan banyak tanaman tidak tumbuh
b. Pertumbuhan vegetatif (15 – 20 hst) jika terjadi kekeringan akan menyebabkan tanaman kerdil
c. Pembungaan (50 – 60 hst) jika terjadi kekeringan akan menyebabkan serbuk sari dan rambut tongkol mengering menyebabkan tongkol tidak terisi penuh/ompong,
d. Pengisian biji (75 hst) dimana Pemberian air melalui saluran yang dibuat sehingga nantinya mendapatkan buah, hasil yang baik”, tandas Joko Sumarsono.

Turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pelatihan penanaman jagung tersebut, Pasi Komsos Rem 133/NW Mayor Inf Basrang, Perwakilan Babinsa Kodim 1304/Gorontalo, Kodim 1314/Gorut dan Kodim 1313/Pohuwato secara Vicon, Peneliti BPTP Provinsi Gorontalo Jaka Sumarno, Msi, Penyuluh BPTP Provinsi Gorontalo Sukarto.
(Adi)