Pamsimas Desa Bulawan Macet, Sumanta: Kita Akan Bicarakan Dengan Pihak Desa

0
145
Haris Sumanta

Boltim, TimurTimes.com – Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), di Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), macet. Hal ini membuat warga di desa tersebut Kesulitan air bersih.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Boltim Harris Sumanta mengatakan jika pihaknya akan berkoordinasi dengan kelompok swadaya masyarakat agar Pamsimas di desa tersebut bisa jalan.

“Kalau Pamsimas itu penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat otomatis apabila pekerjaan itu selesai seluruh aset tersebut diserahkan ke masyarakat untuk mengelola karena dia (Pamsimas,red) ada kelompok. Nanti kita akan bicarakan dengan pihak desa dan pihak kelompok swadaya masyarakat tersebut bagaimana teknisnya agar itu semua bisa berjalan,” kata Haris, saat dikonfirmasi TimurTimes.com, Selasa (15/3/2022).

Kadis meminta Pamsimas di Desa Bulawan airnya harus jalan sebab sudah ada uang negara yang digunakan di proyek tersebut.

“Dan yang pasti ini sudah dibangun, jadi itu wajib harus berjalan karena sudah ada uang negara yang sudah keluar di situ,” tandasnya.

Sebelumnya, arus keluhan dari warga Bulawan, tak dapat dibendung.
Macetnya Pamsimas di wilayah itu, jadi alasan mereka berkeluh.

Sandra Paparang, warga dusun 4 Desa Bulawan mengungkapkan jika sudah kurang lebih dua tahun Pamsimas di Desa Bulawan macet, sehingga kata dia, pemerintah desa harus mencari solusinya.

“Masarakat banyak yang mengeluh sudah dua tahun air Pamsimas belum jalan. Kami mengharapkan agar pemerintah desa harus mencari solusinya,” ungkap Paparang, saat bersua dengan media ini, Minggu (23/1/2022).

“Usahakan airnya harus jalan jangan¬† cuma abis dijanji-janji karena kami warga sudah sangat menderita,” imbuh Paparang.

Dia mengatakan bahwa macetnya Pamsimas tersebut, masyarakat sangat menderita.

Baca Juga:   Dinas Pertanian Bersinergi Dengan Polres Boltim Antisipasi Penyakit PMK

“Pokoknya torang di sini stengah mati air. Kong napa di blakang ini selalu dong mo janji oh sudah paralon sopasang, gampang ngoni di blakang sini, karna air somobajalang. Mar, nyata so satu tahun lebeh somo dua tahun yanda pernah ada itu air, usahakan itu air ada dari torang di blakang ini stengah mati,” tuturnya.

Nada yang sama disampaikan Riduan Pateda. Kata dia, terkait Pamsimas, belum ada petunjuk dari panitia.

“Sampai sekarang belum ada titik terang dari panitia Pamsimas, padahal telah mengikuti rapat sosialisasi di Kotamobagu,” tutur Pateda.

“Tidak ada gunanya pemasangan pipa kalau airnya sampai sekarang belum juga jalan, masalah ini harus segera ditindak lanjuti oleh pihak-pihak yang terkait,” sambung Pateda.

Ia berharap air Pamsimas bisa jalan agar bisa dinikmati masyatakat.

“Torang suka usahakan musti bajalang. yanda guna ada bentuk panitia, sebab soiko sosialisasi sampe di Kotamobagu. Jadi ini air Pamsimas ini musti usahakan bajalang dari yanda guna ada pasang pipa, kong yanda¬† ada depe bukti,” tandas Pateda.

Terkait hal ini, Hj Sulasmi Potabuga, Bendahara Pamsimas, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa macetnya Pamsimas tersebut tanyakan saja kepada bendahara desa, sebab kata dia, dirinya hanya panitia pengurus Pamsimas.

“Depe cerita bagini, langsungjo pa Alul karna torang itu siap menerima yang soterpasang jadi depe pelaksana dorang Alul,” kata Potabuga.

,”Kita sandiri stengahmati air, kalau yanda dari PU ini kita sandiri yanda ada air. Kalau torang cuma pengurus Pamsimas yang so siap pakai, jadi tolongjo pi pa Alul diakan sebagai bendahara desa, “tutur Hj Sulasmi.

(Djumadi Bawenti)