Feature

Tangis Sesal Masaud, Sachrul: Pokoropot Ada Papa Icat

Oleh: Matt Rey Kartorejo


PERISTIWA kebakaran di Desa Kotabunan Barat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), masih hangat dibicarakan.

Khalayak umum banyak yang berempati. Mereka prihatin atas musibah kebakaran yang menghanguskan rumah milik Masaud Mudul. Tempat tinggal milik pria yang akrab disapa ‘Papa Ri’ itu, rata dengan tanah. Tak ada satupun barang-barang yang dapat diselamatkan dari amukan api.

Dengan wajah sedikit pucat, Masaud menceritakan pengalaman tragis yang menimpa keluarganya. Dalam ingatan tersimpan, sumber api berasal dari tempat servis yang berada di depan rumahnya. Ia menduga kalau bukan korsleting arus pendek, mungkin sumber api berasal dari anti nyamuk.

“Api dari muka, kita rasa kalu bukang koslet, api kemungkinan dari anti nyamuk,” kata Masaud.

Papa Ri berujar, musibah yang dialaminya ia terima dengan ikhlas. Dia hanya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Senin, 28 Februari 2022 dini hari itu.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saya terima dengan ikhlas. Sebab kalau Allah berkehendak, ia akan ambil semuanya dan ini adalah ujian,” ucap Papa Ri dengan nada sendu.

PENYESALAN SEORANG BAPAK

Bagi seorang bapak, anak yang telah berhasil dididik menjadi orang yang berguna adalah harta yang sangat berharga, yang bisa ia miliki di dunia. Sebab kalau ia telah berhasil melakukan hal itu, maka di saat itulah ia merasa bahwa segala pengorbanan dan doanya telah dikabulkan oleh Sang khalik.

Namun ketika peristiwa kebakaran menimpa bapak dua orang anak itu, rasa bersalah terus menghantuinya. Dengan mata sedikit sembab, Masaud bertutur jika dirinya berbeban dan penuh penyesalan melihat sejumlah lemari yang berisi pakaian anaknya ludes dilahap si jago merah.

Kesedihan serta rasa penyesalan muncul, lantaran pakaian yang terbakar itu hasil dari jerih payah Ela, anak perempuannya.

“Yang bekeng kita manyasal, Ela pe baju tiga lamari nda ada sisa. Ada beberapa spatu yang depe harga satu juta lebih, deng laptop nda dapa ambe. Itu Ela ada bli deng depe doi sandiri, dia ada ba honor akang. Itu yang memang bekeng kita manyasal,” ungkap Masaud dengan nada penuh sesal.

DAPAT BANTUAN DARI PEMKAB BOLTIM

Musibah yang menimpa keluarga Masaud Mudul, menyita perhatian publik Bolaang Mongondow Timur. Bahkan Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, ikut merasakan hal itu. Bersama jajarannya, Bupati Sachrul menemui langsung keluarga Masaud.

Sesampainya di lokasi kebakaran, Papa Icat, panggilan akrab bupati, langsung memeluk Masaud dan memotivasinya agar tetap kuat dalam menghadapi cobaan itu.

“Pokoropot, ada Papa Icat,” ucap Bupati Sachrul sembari memeluk erat Masaud.

Bupati Sachrul kemudian melihat dari dekat setiap sudut ruangan rumah korban yang telah ludes terbakar. Ia mengatakan jika peristiwa itu tidak direncanakan dan semua musibah ada hikmahnya.

“Ambil hikmah atas musibah yang menimpa. Mudah-mudahan cobaan ini mendapatkan rezeki melimpah dari Allah SWT,” ucap Papa Icat, seraya memberi kekuatan kepada Masaud dan isteri yang mengalami tekanan berat dengan kejadian itu.

Orang nomor satu Boltim ini juga turut berbagi rasa dengan menyerahkan bantuan sementara, guna menanggulangi beban dan kebutuhan korban.

“Ini ada bantuan sementara untuk mencukupi kebutuhan dasar. Nantinya kami akan memberi bantuan selanjutnya. Bantuan pribadi juga ada” ujar Bupati Sachrul.

Saat menerima bantuan dari Pemkab Boltim, mata Masaud berkaca-kaca. Kesedihan bercampur bahagia terpancar dari raut wajahnya.

“Sukur moanto, Pak Bupati,” ucap Masaud. (*)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button