Bolmong RayaEkonomi Bisnis

Distan Boltim Lakukan Program Nasional Dari Kementan RI


Boltim, Timur Times. com – Dalam rangka menggenjot Sapi dan Kerbau Andalan Negeri (Sikomandan) Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Pertanian (Distan), Bidang Peternakan melakukan Program Nasional dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) yang dicanangkan sejak Tahun 2020 telah melakukan langkah Implementasi di Lapangan.

Kepala Distan Mat Sunardi mengatakan untuk menghasilkan Bibit Sapi Pedet harus melakukan suntik Inseminasi agar keberhasilannya bisa mencapai delapan puluh persen sesuai dengan yang diharapkan.

“Melakukan kawin dan suntik
Inseminasi Buatan (IB) telah membuahkan hasil lahirnya Sapi  Pedet yang unggul di wilayah Kecamatan Modayag, Modayag Barat dan Kecamatan Tutuyan, kotabunan
keberhasilannya di atas 80 persen, oleh karena itu dilakukan saat Induk sapi masa birahi yang waktunya tidak dapat ditentukan kadang malam hari juga bisa siang hari,” ujar Sunardi, Senin (13/6/2022).

Di tuturnya ini upaya untuk mengantisipasi kegagalan pada Induk Sapi mengingat suplai yang dimiliki Distan masih kurang.

“Sebagai upaya mengantisipasi kegagalan tim teknis hanya akan melakukan IB pada induk sapi yang dipastikan masa birahinya mengigat bibit stok semen beku dan suplai  dari Tim Dinas Pertanian, Peternakan di Daerah Sulut yang dimiliki kita masih terbatas, ” imbuhnya.

Kadis mengimbau kepada para peternak sapi dan kerbau khusus di wilayah Kabupaten Boltim agar lebih meningkatkan edukasi bertahap dan Suntikan IB.

“Untuk Wilayah Kecamatan Modayag khususnya Purworejo dan Liberia Bersatu, IB tidak asing lagi dan sudah bisa diterima oleh para peternak sapi. Untuk kecamatan lain kita lakukan edukasi-edukasi sekaligus IB secara bertahap, salah satu contoh di Desa Buyat telah lahir anak sapi pedet hasil IB untuk masyarakat setempat,” kata Sunardi.

Baca Juga:   Bupati Sachrul Pimpin Upacara Bendera Peringatan HGN ke-77

Ia berharap khususnya pada para peternak agar tidak tergantung pada daging import oleh karena itu harus mengurangi pemotongan sapi betina dan pertahankan populasinya.

“Dalam upaya menuju swasembada daging untuk tahun yang akan datang agar tidak tergantung pada daging import, untuk itu ke depan Boltim harus menjadi pensuplai daging untuk Wilayah Bolmong Bersatu oleh karena itu dilakukan edukasi kepada para peternak agar mengurangi pemotongan ternak sapi betina agar stok induk sapi tetap dipertahankan populasinya,” tutur Kepala Distan.

Sunardi menambahkan usaha ternak tersebut sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik.

,”Kalau kita analisis dari sisi bisnis usaha ternak sapi sangat menjanjikan keuntungannya bila dikelolah dengan  baik apa lagi pakab umunya tidak beli seperti di Pulau Jawa Pakan Ternak cukup tersedia di lapangan seperti rumput hijauan Australia, rumput gajah dan rumput odot yang sekarang banyak ditanam peternak, “pungkasnya. (Jumadi Bawenti)
.

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button