Minahasa Raya

Komisi II DPRD Tomohon Jembatani Penyampaian Aspirasi Warga Perum GBTL

Tomohon, Timurtimes. Com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, memfasilitasi dan menjembatani terkait penyampaian aspirasi dan pengaduan masyarakat Perum Griya Bangun Lestari (GBTL) 2 Lansot, di Kantor DPRD, Rabu (29/06/2022).

Kepada awak media, Ketua Komisi II DPRD Tomohon, Ladys Turang mengatakan, terkait persoalan ini pihaknya mencoba menjembatani kedua pihak agar boleh mendapatkan titik temu.

“Kami tadi telah meminta pihak developer agar membuka komunikasi yang baik dengan user dalam hal penghuni GBTL 2 yang mengeluh dan komplain soal air, terutama dari segi nominal maintanance fee dan kelancaran air,” ujarnya.

“Selain itu, kami juga meminta kepada developer, untuk mengoptimalkan soal nominal harga. Tentunya, jika sudah deal soal nominal harga, dimintakan juga untuk masyarakat atau penghuni supaya boleh membayar,” lanjut Turang.

Staf Legal PT BML, Dean Kermite, S.H., mengatakan sekelompok warga yang hadir dan melakukan komplain di kantor DPRD adalah masyarakat yang tidak membayar operasional untuk menjalankan biaya maintanance fee dan kelancaran air.

Bahkan dia mengungkapkan kepada awak media, sudah banyak masyarakat yang telah memasang meter dan airnya berjalan 1×24 jam.

“Terkait masalah air yang dikeluhkan masyarakat, sebenarnya hal itu telah diakomodir pihaknya, dengan menjalankan biaya maintanance perbulannya 75 ribu rupiah,” tutur Kermite.

“Jadi sebenarnya kami mau berniat baik untuk mengakomodir air mereka. Bahkan kami menyediakan sejumlah infrastruktur atau fasilitas, seperti membeli mesin, terus beli tanah untuk menaruh tong tong bak itu untuk menjalankan air,” terangnya.

Ia pula menegaskan, bahwa intinya BML datang ke sini untuk investasi dan membangun kota Tomohon.

“Kita sama user kan hubungannya baik-baik aja sebenarnya. Jadi harapan kami masyarakat bisa senang, pihak developer juga senang. Kita bangun kota Tomohon,” ucapnya.

Baca Juga:   Ketua BULD DPD RI Bawakan Kuliah Umum di ITM Tomohon

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menyampaikan terkait hasil hiring yang baru saja digelar.

“Untuk titik temu dari pertemuan tadi, kami dari pihak perwakilan developer akan berkoordinasi dulu dengan pihak direksi dan menyampaikan apa yang menjadi pendapat dari masyarakat,” tandasnya.

Sementara, salah satu warga di Perum GBTL 2, Julius Lengkong, berharap dari pihak developer bisa menjamin ketersediaan air.

“Karena memang kejadian di lapangan, banyak unit yang belum berjalan air. Ada yang cuma 2-3 menit jalan. Istilahnya belum merata. Jadi memang perlu adanya komitmen dari pihak developer untuk siap menjalankan air, supaya dari masyarakat pun bisa membayar,” tandasnya. (Etzar Tulung)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button