Feature

Kisah Asep Ahmad Tukang Sol Sepatu Yang Keliling Sampai ke Pelosok Boltim

Menabung Untuk Masa Depan Anak

Penulis: Matt Rey Kartorejo


REPARASI sepatu sudah menjadi pekerjaan tetap Asef Ahmad. Pria asal Desa Suka Mukti Cimahi, Jawa Barat itu, dari kelas 6 SD sudah menggeluti pekerjaan sebagai tukang sol sepatu.

Minggu 17 Juli 2022, hawa panas di Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), sangat terasa. Asep yang sedang menjahit sendal milik warga Bulawan, berkisah. Ia menuturkan, dari tahun 2008 dirinya meninggalkan kampung halamannya dan menjejakkan kaki ke jazirah Utara  Selebes.

Di Kota Tinutuan, pria yang akrab disapa Mas Bono ini memilih tinggal di daerah Minahasa Tenggara (Mitra), tepatnya di Desa Belang.

“Saya keluar dari Bandung Tahun 2008 menuju Sulawesi Utara. Saya ngontrak di Belang. Pekerjaan sebagai tukang sol sepatu saya tekuni dari kelas 6 SD,” ungkap Mas Bono, sambil menjahit sendal.

Cukup lama menggeluti pekerjaan sol sepatu, pria 35 tahun ini terus menabung untuk mewujudkan impiannya.

“Hasil perhari Alhamdulillah bisa buat makan. Kadang 200 ribu, kadang lebih.
Saya menabung untuk bikin rumah, beli tanah dan untuk masa depan anak,” ucap pria satu anak ini.

Menjadi tukang sol sepatu keliling, Mas Bono mengaku di Boltim lebih nyaman dan aman, sehingga ia sering keliling Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sampai di pelosok desa.

“Enaknya jalan ke sini (Boltim). Karena di sini adem dan aman. Kalau di Boltim saya keliling sampai Jiko Blanga menggunakan motor. Jarak yang dekat hanya sampai Atoga,” ujar Mas Bono.

Saat menjahit sepatu atau sendal, Mas Bono hanya butuh waktu 20 menit untuk menyelesaikannya.
Harga satu pasang sepatu yang ia jahit hanya 25 ribu rupiah. (*)

 

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button