Bolmong RayaEkonomi Bisnis

Terkait Pupuk Bersubsidi, Distan Boltim Ikut Rapat Virtual


Boltim, Timur Times.com – Dengan terbitnya peraturan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan  RI) Nomor 10 Tahun 2022, Dinas Pertanian (Distan), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengikuti rapat virtual dengan Kepala Dinas (Kadis) Propinsi dan Kepala Dinas Kabupaten Kota tentang kebijakan pupuk subsidi mengalami perubahan, Kamis (4/8/2022).

Kepala Distan Boltim, Mat Sunardi mengatakan pupuk yang masuk dalam subsidi pada tanggal 1 September  itu adalah dua jenis urea dan NPK.

“Yang awalnya subsidi Pupuk Urea, ZA, NPK, SP.36, KcL, pupuk organik pada tanggal 1 September 2022 yang  disubsidi tinggal 2 jenis pupuk yaitu urea dan NPK lainya tidak lagi disubsidi dan akan menyesuaikan dengan harga pasar,” ujar Sunardi.

Kadis menuturkan pupuk bersubsidi difokuskan pada sembilan komoditi di sektor perkebunan seperti pada, jagung, kedelai dan hortikultura, cabe, bawang merah dan bawang putih.

“Pupuk subsidi juga difokuskan tinggal pada 9 komoditi meliputi sektor perkebunan, cacao, kopi dan tebu, sektor tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, horticultura Cabe, bawang merah dan bawang putih,” imbuh Sunardi.

Sunardi mebambahkan hal ini dilakukan karena adanya lonjakan bahan inport rasionalisasi mengingat berpengaruh dan dapat menimbulkan inflasi.

“Hal ini ditempuh pemerintah pusat karena adanya lonjakan bahan baku inport disisi lain anggaran subsidi tidak mengalami kenaikan sehingga harus dilakukan rasionalisasi kebijakan mengingat komoditi sangat berpengaruh dan dapat menimbulkan inflasi apabila tidak didukung,” ungkapnya.

Kadis mengungkapkan kondisi ini harus diperhatikan oleh pemerintah provinsi karena menyangkut ketahanan pangan agar tetap terjaga.

“Oleh karena itu kami di daerah dan para pengecer pupuk tinggal melaksanakan kebijakan ini dan
Pemerintah pusat memberikan solusi untuk mengantisipasi ini kepada pemerintah provinsi. Kondisi ini harus mendapat perhatian pemerintah pusat karena menyangkut kepentingan ketahanan pangan agar tetap terjaga,” pungkasnya.

Baca Juga:   Terkait Bantuan UMKM, Damopolii: Aparat Desa Yang Sengaja Memasukan Permohonan Akan Dianulir

(Jumadi Bawenti)

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button