Minahasa RayaReligi

Ibadah KPI Awali HUT ke-14 Jemaat GMIM Pinaesaan GPI

Tomohon, TimurTimes.com – Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) sambut hari ulang tahun (Hut) ke-14 Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pinaesaan Griya Paniki Indah (GPI), Kamis (15/9). 

Ibadah ini dipimpin langsung Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM bidang Misi dan Hubungan Kerjasama, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas. Dengan mengambil bahan perenungan di Kitab Ulangan 4:1-20. Ia mengatakan, pendidikan menjadi kunci dari kesuksesan.

“Ini terbukti kita di Minahasa, penginjilan Riedel dan Schwarz melaksanakan pengajaran. Karena itu mereka mulai membuat sekolah-sekolah. Ini menunjukkan kepada kita betapa penting pendidikan,” kata Wenas.

Ditambahkannya, bangsa Israel diingatkan Allah melalui Musa tentang sebuah pengajaran.

“Bangsa Israel diingatkan tentang ketetapan peraturan yang harus dipegang supaya mereka hidup dan layak memasuki negeri yang dijanjikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, pengajaran dalam jemaat dan keluarga sangat penting mendidik generasi muda.

“Oleh karena itu sebagai gereja dan keluarga kristen mempunyai tanggung jawab untuk mewariskan pengajaran untuk membangun mentalitas generasi muda supaya takut akan Tuhan,” lanjutnya.

Ia mengatakan, dihari Hut ke-14 Jemaat GMIM Pinaesaan GPI, jemaat harus tetap mendengarkan firman dengan setia.

“Firman ini mengingatkan akan arti syukur hidup, bangsa Israel keluar dari pembuangan harus mendengarkan ajaran dan melakukan itu dengan setia,” kayanya.

“Sebagai mana jemaat di dirikan 14 tahun yang lalu, semangat setia dan kebersamaan harus harus tetap dipelihara walaupun dalam keadaan sulit,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Pinaesaan, Pdt Roy Lengkong mengatakan, Hut ke-14 Jemaat GMIM Pinaesaan GPI dikemas dengan pakaian adat.

“Kita juga senang pada kesempatan ini mengingat torang p pengantar jemaat mulai dari Pdt, Penatua dan Diaken termasuk PHRG boleh berekspresi dengan menggunakan busana daerah masing-masing karena orang  dari GPI ini datang dengan budaya dan suku menyatu disini,” kata Lengkong.

Baca Juga:   Dinilai Sangat Baik, Ketua KPU Tomohon Apresiasi Malam Festival Seni

Ditambahkannya, momentum perayaan Hut ke-14 Jemaat GMIM Pinaesaan GPI, sidang memutuskan menggunakan busana daerah sesuai dengan latar belakang keberadaan jemaat.

“Di usia 14 tahun kita melihat campur tangan Tuhan dalam pelayanan kita yang kebetulan dari tiga kolom bertumbuh dan bertumbuh dan diusia ke-14 Tahun karena kuasa Tuhan yang menumbuhkan dan kuasa Tuhan yang telah menjaga sehingga pada hari ini di usia 14 tahun kita merayakan dengan jumlah 39 kolom,” tutupnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua  (BPMJ) GMIM Pinaesaan GPI, Penatua Reza Rumambi. Ia mengatakan, di usia jemaat yang ke-14 adalah hasil dari kemuliaan Tuhan.

“Dimana kita jemaat menanam benih dari 14 tahun yang lalu dipupuk, disiram dan dirawat oleh hamba-hamba Tuhan sampai 14 tahun pelayanan bisa tumbuh dari 3 kolom menjadi 39 kolom ada 1100 kepala keluarga dan ada sekitar 3450 anggota jemaat. Terpujilah Tuhan,” kata Rumambi yang juga Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) Pinaesaan GPI.

Rumambi yang juga Sekretaris P/KB Sinode GMIM menambahkan, pelayanan Jemaat GMIM Pinaesaan telah berbuah.

“Tidak sampai disitu, jemaat ini telah berbuah baik fisik dan non-fisik karena telah menghasilkan jemaat baru yakni Jemaat GMIM Pinaesaan Yosua. Pujian, hormat, sembah dan kebesaran kita naikan kepada Tuhan,” ujarnya.

“Kita sudah bertumbuh 14 tahun dalam pelayanan bapak, ibu, pemuda, remaja, anak bahkan lansia. 14 tahun kita bertumbuh maka kita akan menatap ke depan. Di tahun ke depan akan semakin baik semoga nama Tuhan dimuliakan,” tandasnya.

Nampak hadir dalam ibadah syukur, Camat Mapanget, Kapolsek Mapanget, Lurah Paniki Bawah, Lurah Bengkol dan Lurah Buha. (Etzar Tulung)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button