Bolmong RayaSport

Tak Ikut Turnamen Sepak Bola Bupati Cup, Desa Kotabunan Barat Disorot

Sekdes: Mobapaksa Ba Iko Torang Nda Akan Pernah Mungkin

Boltim, Timur Times.com – Desa Kotabunan Barat, Kecamatan Kotabunan, disorot. Itu menyusul sikap pemerintah desa yang tidak mengikut sertakan wakilnya berlaga di turnamen Bupati Cup -1 2022 yang dihelat di Desa Paret, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Saat menjamu tim Modayag FC di laga perdana, tim dari Desa Kotabunan Barat tak hadir. Akhirnya Modayag FC menang Walk Over (WO) dan membawa hasil 3 poin.

Ketidak hadiran para pemain Kotabunan Barat Itu jadi sorotan. Terkesan desa tersebut tidak pro aktif dalam event tersebut.
Sanksi pun menanti desa besutan Amina Paputungan itu.

Ketua Panitia Turnamen Bupati Cup 1 2022 Samuel Pasang, menegaskan, desa yang tidak ikut turnamen Bupati Cup -1 2022 akan diberikan sanksi.

“Untuk desa yang tidak mengikuti Turnamen Bupati Cup-1 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur akan diberikan sanksi,” tegas Pasang, Kamis (6/10/2022).

“Desa yang tidak ikut turnamen Bupati Cup-1 tidak diperbolehkan mengikuti event karena kami sudah kerjasama dengan PSSI dan tidak akan direkomendasikan kalau membuat event seperti bola kaki, juga kalau mau ikut pertandingan di luar, tidak bisa. Macam sekarang ini ada seleksi, tidak bisa torang ambil depe anak-anak kalau ada yang bagus,” ujar Pasang.

Terkait hal ini, Sangadi Kotabunan Barat Amina Paputungan melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Bayu Damopolii saat dikonfirmasi menjelaskan sejumlah alasan.

“Ada beberapa alasan yang pertama tidak ada anggaran. Ada bekeng tari kabela, desa tidak boleh menganggarkan di situ. Sedang baju kabela 8 juta itu pake doi masing-masing dan baju gerak jalan pake doi masing-masing. Ini ada kegiatan bola, ada doi karang taruna, tapi kan tidak boleh pake di situ harus pake di jambore, itu yang pertama alasannya,” kata Sekdes.

Baca Juga:   Jika Sadam Bergabung ke NasDem, SSM: Saya Menerima Dengan Tangan Terbuka dan Hati yang Gembira

“Alasan yang kedua, pemain kurang. Ada cuma sepuluh orang,” ucapnya.

Ditanya tentang sanksi yang diberikan jika tidak ikut dalam event tersebut, Bayu mengatakan bukan tidak takut tapi pihaknya terkendala dengan anggaran.

“Bukan tidak takut ada sanksi, tapi lebih ke torang karena torang nda ada doi. Torang suka iko sedang ada bola di sini (Kotabunan,red) torang suka iko bagimana mungkin nda mo iko di bawah (Paret-red),” tutur Bayu.

Bayu mengaku bahwa panitia sudah mengingatkan wajib ikut dalam event Bupati Cup tapi memang terkendala dengan anggaran.

“Ada pemberitahuan harus iko tapi torang nda ada doi, Sangadi nda ada doi, kita juga nda ada doi. Sedangkan minimal pemain transfer tiga orang. Baru mo bli akang baju, sepatu dan perlengkapan lain lain, ada yang berpikir di situ nda?. Sebelumnya ada anggaran, masalahnya tahun ini dana hanya 600 juta. 350 juta tamaso di BLT, 150 juta tamaso di gaji-gaji guru kong apa tong mo pake di bawah. Depe sisa kan so pake di kegiatan-kegiatan,” papar Sekdes Bayu.

“Mo ba paksa ba iko torang nda akan pernah mungkin, kecuali ada donatur,” ungkapnya.

Di tempat terpisah Camat Kotabunan Idrus Paputungan mengatakan sangat menyesali ketika ada desa yang tidak ikut dalam turnamen Bupati Cup-1 2022.

“Saya sangat menyesali kepada beberapa desa yang ada di Kecamatan Kotabunan ini, padahal saya juga sempat mengingatkan kepada Sangadi untuk turut mengambil bagian pada turnamen tersebut. Ini sangat disesalkan juga karena kita mengingat ada anak-anak yang berbakat di desa itu,” kata Idrus.

“Padahal turnamen ini untuk mencari bibit baru dan siapa tau boleh dilatih untuk bisa jadi pemain-pemain bagus, sehingga menurut saya ketika ada desa yang tidak ikut, ini terkesan sangadinya tidak pro aktif,” tutur Idrus.

Baca Juga:   Setiap Bulan Staf Khusus Bupati Harus Memasukan Laporan Secara Tertulis

(Jumadi Bawenti)

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button