Minahasa RayaRagam

Dinas PM-PTSP Kota Tomohon Gelar Sosialisasi Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Tomohon, Timur Times.com – Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPST) Kota Tomohon, menggelar Sosialisasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, di MAO dan Leos Hotel, Rabu-Kamis (23-24/11/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti peraturan badan koordinasi penanaman modal RI nomor 6 tahun 2022, tentang pedoman dan tata cara pengendalian pelaksana penanaman modal.

Selanjutnya, dalam peraturan badan koordinasi penanaman modal No 5 Tahun 2021 tentang pedoman dan tata cara pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko.

Serta peraturan menteri investasi kepala badan koordinasi PM RI nomor 8 tahun 2021 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK non fisik TA 2022.

Asisten II Pemkot Tomohon, Lily Solang, dalam membuka sosialisasi ini menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Ya, ini tentu sebagai langkah informatif bagi rekan-rekan pelaku usaha dalam mengakses layanan perizinan yang dinilai berdasarkan resiko dan segala kegiatan usaha,” katanya mengutip sambutan Walikota Tomohon.

“Penyelenggara perizinan berusaha berbasis resiko sendiri bertujuan untuk meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan perusahan melalui pelaksanaan penerbitan perizinan berusaha secara lebih efektif dan sederhana,” lanjutnya.

Dikatakannya, sistem perizinan berusaha terintergrasi secara elektronik. Menurut peraturan pemerintah nomor 5 tahun 2021 tentang pedoman dan tata cara pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko.

“Ini didefinisikan sebagai sistem elektronik terintegrasi yang dikelola dan diselenggarakan oleh lembaga OSS untuk menyelenggarakan perizinan berusaha berbasis resiko,” ujar Solang.

Sistem ini mengintegrasikan sistem dilingkup kab/kota, provinsi dan kementerian. Dengan demikian sistem OSS dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pengurusan perizinan.

“Sehingga ke depan diharapkan mampu memperbaiki iklim perusahan dan memperlancarkan pendirian usaha di kota Tomohon,” pintanya.

Solang meyakini, seperti saat ini dinas PM PTSP membuka pelayanan untuk mengurus ijin berusaha. Para pelaku usaha harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) karena itu sangat penting.

Baca Juga:   Dinilai Sangat Baik, Ketua KPU Tomohon Apresiasi Malam Festival Seni

Selanjutnya, Kepala DPMPTSP Kota Tomohon Anneke G. Maindoka didampingi Kabid Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wulan Roeroe berharap, kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan kepatuhan para pelaku usaha.

Dengan demikian, pengusaha dapat memiliki legalitas usaha dan mempermudah dalam mengurus perizinan serta dapat mendukung terwujudnya iklim investasi yang kondusif di Kota Kota Tomohon.

Maindoka mengatakan, tujuan diadakan sosialisasi implementasi pengawasan ini guna memberikan pengetahuan kepada pelaku usaha mengenai perizinan berusaha berbasis mikro, cipta kerja serta regulasi terkait penanaman modal dan perizinan.

“Selain itu juga, bertujuan mensosialisasikan pedoman dan tata cara pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko serta meningkatkan kompetensi SDM dari pelaku usaha terkait tata cara Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” tandasnya.

Perlu diketahui, narasumber pada kegiatan sosialisasi ini yakni Pemerintah Kota Tomohon, unsur BPOM Manado, unsur kantor pelayanan, penyuluh dan konsultasi perpajakan Tomohon serta Tenaga pendamping OSS Provinsi Sulut. (Etzar Tulung)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button