Bolmong RayaPolitik dan Pemerintahan

Pemdes Bulawan Gelar Workshop  Sampah Terpadu Skala Desa

Boltim,Timur Times.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menggelar workshop pengelolaan sampah terpadu skala desa.

Agenda tersebut tersaji di Kantor Desa Bulawan, Sabtu (21/1/2023).

Sebelum masuk dalam pembahasan, Founder Perkumpulan Konservasi Talunkentur SkolaKualaManado Fakultas Pertanian Unsrat Manado, Denny Taroreh, memberikan materi pengolahan sampah kepada masyarakat Desa Bulawan.

“Eco-enzim adalah hasil dari fermentasi bahan organik menjadi limbah dapur organik, gula dan gula coklat, gula merah atau gula tebu, air dengan perbandingan pada bio kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna dalam pemanfaatan sampah buah atau sayuran,” ujar Taroreh.

Taroreh menyebutkan kepada masyarakat Desa Bulawan agar kalau membakar sampah organik seperti daun kering, daun yang masih basah tolong jangan campur dengan plastik karena bisa mengakibatkan penyakit kanker.

“Kita mo ba cirita soal kesehatan kita mo tanya di Desa Bulawan ini yang meninggal karena penyakit kanker dalam tiga tahun ini ada kematian itu kan urusan tuhan pemicunya bisa jadi pola makan, pemicu yang lainnya adalah bakar sampah kalau ibu bakar sampah daun mangga atau daun durian sudah kering atau masih basah dibakar sama dengan plastik Kong tunggu sampai dia habis bisa mengakibatkan kanker karena kalau sampah organik dibakar dengan plastik yang dia picu itu depe nama biopsin, karena torang pe bagian tubuh itu punya potensi 32 potensi kanker salah satu pemicu kanker adalah biopsin,” sebut Taroreh.

Pada kesempatan itu, Direktur Bank Sampah Harmoni Kema, yang juga Sekretaris Komunitas Peduli Sungai Firdaus dan Pengurus Komunitas ECO Enzyme Nusantara Regional Sulawesi Utara (Sulut), Yesita Cornelisz menuturkan pada masyarakat Desa Bulawan sebenarnya sampah itu ada lima jenis tapi saya akan menjelaskan dua jenis.

Baca Juga:   Entry Meeting Bersama BPK Sulut, Bupati Sachrul Berharap Seluruh OPD Koperatif

“Jadi sampah itu sebenarnya ada lima jenis tapi di sini torang belajar dua jenis dulu jadi pada umumnya sampah ada organik atau sampah basah itu adalah sisa-sisa makanan kuli buah sisa sayur kemudian kalau sampah organik atau sampah kering yang banyak terlihat di selokan di sudut rumah, yanda semuanya plastik ada kertas, kaleng,” tutur Cornelisz.

Cornelisz menambahkan agar masyarakat Desa Bulawan jangan menumpuk sampah kita di rumah karena bisa mengakibatkan penyakit diare pada anak-anak.

“Kebanyakan ini tempat berakhirnya sampah dari otto biasanya cuma jaga lia gunungan sampah berarti itu tempat sampah dan ini beberapa sampah rumah tangga yang tidak dikelola kalau banyak yang tertumpuk, sudah banyak lalat dapat mengakibatkan diare pada anak-anak, banjir jadi kita harus belajar bagaimana caranya kita mengelola sampah baik, benar, apa keuntungan ketika kita mengelola sampah rumah tangga,” jelas Cornelisz.

Lanjutnya dalam hal ini bagaimana cara kita bisa mengurangi sampah tersebut dengan melakukan pengurangan saya kasih contoh terutama untuk Ibu-ibu kalau selesai cuci pakaian kulit dari deterjen bisa dimasukkan ke botol aqua.

“Langkah pertama sampah itu depe tujuan bukan dari tempat sampah tapi melainkan dari pa torang pe rumah sebenarnya yang produsen sampah itu bukan dari rumah makan tapi torang ini produsen sampah jadi kita harus mengurangi dan memanfaatkan kembali, daur ulang contohnya kalau kita sedang mencuci pakaian sebaiknya masukan kulit deterjen pada botol aqua bekas,” tutup Cornelisz. (Jumadi Bawenti)

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button