Feature

Tawa Misel Dalam Pesona Pantai Kotsel

Oleh: Mat Rey Kartorejo

KAMIS, 12 Januari 2023, sekira pukul 16.00 Wita. Aku duduk di belakang rumah sambil membaca berita nasional melalui handphone. Tiba-tiba anak perempuanku, Misel Virginia, muncul di hadapan.

“Pak, pak bilang dang mo mandi di tanjung.”

Aku hanya diam dan tidak menghiraukan apa yang Misel katakan. Terus membaca berita sampai selesai. Padahal, aku sudah berjanji akan membawanya ke Pantai Kotabunan Selatan.

Misel yang masih berada di depanku terus mendesak agar mau membawanya ke pantai yang berada di Desa Kotabunan Selatan (Kotsel), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Wajah anak sembilan tahun ini memerah dan mulai menangis. Melihat Misel menangis, tubuh langsung beranjak dari tempat duduk dan menuruti ajakan anak bungsuku ini.

Pukul 16.20 Wita, langsung membawa Misel dan temanya Aisyah ke pantai Kotsel. Kami menggunakan sepeda motor.

Temanku Dio Jubair dan Rinto Lakoro juga ikut. Mereka menggunakan mobil.Hanya beberapa menit, kami sampai di tempat tujuan.

Di sana, Misel dan Aisyah tak membuang-buang waktu. Mereka berdua turun dari motor dan langsung menuju pantai. Mereka bermain air,  berlari di bibir pantai sambil tertawa.

Keduanya tampak bahagia. Maklum Misel dan Aisyah jarang sekali mandi di pantai. Meski mereka tinggal di wilayah pesisir, namun aktivitas mandi di pantai sangat jarang. Kecuali diizinkan orang tua, baru bisa menikmati segarnya air laut.

Aku dan Rinto duduk di pinggir pantai memantau Misel dan Aisyah. Saat berbincang dengan Rinto, mataku sesekali melihat Misel dan Aisyah. Sangat khawatir, sebab Misel tidak tahu berenang.

“Cel, jangan talalu ka lao dari dolong.”

Mendengar ucapanku, Misel dan Aisyah menuruti. Mereka kemudian mandi dan bermain di tepi pantai.

Pesisir Kotsel berhadapan langsung dengan laut Maluku. Ombak yang pecah di pinggiran pantai ini jika cuaca bagus tidaklah besar, sehingga aman untuk berwisata bersama keluarga. Perahu nelayan yang kerap lewat memberikan pantai ini pemandangan yang berwarna-warni. Dan jika beruntung, pengunjung pantai bisa melihat sunset yang sangat indah.

Sepuluh menit berlalu, aku memesan kopi hitam di warung yang berada di lokasi Tanjung Kotabunan. Tak berselang lama, pesanan pun datang. Dua gelas kopi hitam diantar bersama satu piring gorengan yang masih hangat.

Aku dan Rinto mencicipi kopi hitam bersama temannya itu. Pisang goreng yang masih hangat sangat nikmat rasanya, apalagi dimakan di lokasi pantai. Kami menikmatinya di bawah pohon, sambil menyaksikan anak-anak yang lagi bermain air.

Misel yang melihat kami sedang asik menikmati gorengan, langsung keluar dari air dan ikut menikmati. Ia juga mengajak Aisyah turut serta. Mereka kemudian makan bersama.

Sementara Dio yang tidak kelihatan, ternyata sudah memesan kopi dan juga gorengan. Ia menikmatinya di samping warung kopi bersama temannya Icat Beeg, Jumadi, dan Tomy. Mereka duduk di bawah payung yang sudah disediakan pemilik warung kopi.

Setelah satu piring gorengan habis, aku kembali memesan satu piring lagi. Tak lama apa yang dipesan tiba. Kami kembali menikmati pisang goreng buatan Ama Beeg itu.

Misel dan Aisyah yang lagi asyik mandi, kembali mendekati aku dan Rinto dan mengambil beberapa gorengan. Mereka membawanya di pinggir pantai. Terlihat tangan mereka diangkat agar gorengan mereka tidak terkena air laut.

Keinginan Tercapai, Misel Tersenyum Sumringah

Aura bahagia menyelimuti Misel Virginia Kartorejo. Saat keinginannya mandi di pantai tercapai, ia sangat senang. Senyum sumringah terpancar jelas di raut wajahnya. Ia dan Aisyah berlari-lari di bibir pantai dan kemudian terjun ke air sambil terbahak-bahak. Senyum ceria hingga tawa bahagia bersahut-sahutan dengan suara desir air di pantai.

“Pak, sadikileh mo pulang ne?” Mendengar ucapan Misel, aku menganggukkan kepala.

Melihat anak-anak yang asyik mandi di tepi pantai, jiwa ku seakan basah oleh kenangan masa kecil. Aku dulu sangat suka mandi di pantai. Mungkin hobi itu yang turun ke buah hatiku ini.

Pasir Hitam Pantai Kotsel Memikat

Pantai Kotsel berpasir hitam. Itu ternyata menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung.

Panorama yang ditawarkan oleh pantai yang berhadapan langsung dengan laut Maluku ini cukup menakjubkan. Di kawasan wisata ini pengunjung dapat melihat Pulau Nenas (Bombuyanoi), Pulau Ibantong dan Pulau Kumeke.

Di sisi pantai terdapat batu-batu besar. Sangat cocok untuk berswafoto.

Gemuruh ombak yang bergulung memberi suasana tersendiri. Terkadang semilir angin membawa keteduhan hingga membuat pengunjung tak mau beranjak jika telah menjajakan kaki di pantai ini.

Kalau ingin berlama-lama di pantai ini, pengunjung bisa mendirikan tenda darurat sebagai tempat berteduh. Sajian Pantai Kotsel benar-benar memikat dan membuat orang betah. Jadi tak salah jika pantai ini menjadi tujuan yang asyik. (*)

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button