Feature

Sayang dan Doa Warga Boltim Untuk Samsudin Dama

Oleh: Mat Rey Kartorejo

MINGGU, 21 Mei 2023. Sekira pukul 09.00 Wita, asyik menikmati secangkir kopi di dapur sambil menikmati sebatang rokok.

Bagiku, kopi menjadi rutinitas yang membantu memulai hari dengan energi. Salah satu cara untuk bersantai dan menikmati waktu luang.

Di dapur, aku tidak sendirian. Ditemani Rinto Lakoro, kita berbincang ringan sambil menikmati kue kering sisa-sisa lebaran kemarin.

Rinto kemudian mengatakan kalau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, Samsudin Dama, lagi sakit dan dirawat di Rumah Sakit Ratatotok-Buyat, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Mendengar informasi itu, aku langsung beranjak dari tempat duduk dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit yang dimaksud.

“Mari jo torang mo ka rumah sakit. Mo balia pa Papa Caca (Samsudin Dama, red),” kata Risma Dama.

Rinto yang duduk di samping kiri dapur, merespons cepat dan langsung berdiri mengambil kendaraan roda dua untuk bersiap ke kabupaten Minahasa Tenggara. Ia pergi ke rumahnya sebentar untuk ganti pakaian.

Selang beberapa menit, sekira pukul 09:30 Wita, Rinto pun tiba. Kami berangkat ke Rumah Sakit Ratatotok-Buyat menggunakan sepeda motor. Aku berboncengan dengan istriku Risma Dama dan putri bungsuku Misel Virginia Kartorejo, sedangkan Rinto menggunakan sepeda motor miliknya.

Di perjalanan, di balik kaca spion terlihat seorang laki-laki tepat berada di belakangku. Tapi bukan Rinto. Lelaki itu terus membuntutiku. Merasa penasaran, akhirnya coba menoleh ke belakang. Ternyata laki-laki itu adalah Jufri Rondonuwu. Ia juga akan menjenguk Samsudin Dama di rumah sakit.

Pukul 10.00 Wita, kami sampai di Rumah Sakit Ratatotok-Buyat. Usai memarkirkan kendaraan, kami menuju kamar tempat Samsudin Dama dirawat dan langsung masuk.

Di sana sudah ada keluarga yang menjenguk. Ada Papa Anda, Ardi Dama, Masri Hala, Meri Dama, Caca Dama, Yudi Dama, dan Dama-Dama lainnya.

Sementara di luar ruangan, ada Hayato Dama, Risma Dama, Irawati Dama, Haris Dama, Ucil Dama, Tia Dama, dan keluarga dari desa Buyat serta kerabat dekat Samsudin.

Saking banyaknya keluarga serta kerabat dekat yang menjenguk, melihat Samsudin di kamar perawatan harus bergantian.

Salah seorang warga Bulawan, Kecamatan Kotabunan, bertutur sosok Samsudin masih disayangi masyarakat dan banyak yang ingin mendukungnya ketika ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD pada Pileg 2024 nanti.

“Samsudin ini masih orang sayang. Saya melihat dari sini, ketika dia sakit, padahal cuman sakit biasa, tapi banyak masyarakat yang datang menjenguk. Beda ba pilih deng badukung. Kalau kita melihat, ini benar-benar badukung,” ujarnya Masri.

Alami sakit, Samsudin Dama Dapat Dukungan Dari Masyarakat Boltim

Selama dua hari dirawat di Rumah Sakit Ratatotok-Buyat, Kabupaten Minahasa Tenggara, anggota DPRD Bolaang Mongondow Timur Samsudin Dama, S.T., M.E., mendapat dukunganĀ  luar biasa dari masyarakat Boltim, Provinsi Sulawesi Utara. Mereka berharap dia cepat sembuh. Samsudin diketahui mengalami penyakit asam lambung.

Doa untuk kesehatan anggota dewan dua periode ini juga mengalir. Berharap, Samsudin bisa beraktivitas seperti biasa.

“Atas nama pimpinan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, berharap insyaallah sakit yang dialami Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bolaang Mongondow TimurĀ diangkat oleh Allah dan bisa beraktivitas seperti biasa,” ucap salah satu pimpinan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Boltim, Iswanto Paputungan.

“Selain Ketua DMI, Samsudin Dama juga merupakan wakil rakyat yang tentunya banyak mengemban amanah-amanah rakyat di kantor dewan. Mudah-mudahan beliau cepat pulih, mudah-mudahan beliau cepat sembuh sehingga bisa menjalankan tugas negara seperti biasa,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Jufry Rondonuwu, salah seorang warga Kotabunan mengaku sengaja datang untuk melihat langsung kondisi Samsudin. Ia mendapat info pada pukul 23.00 Wita via WhatsApp.

“Jam 11 malam kita dapat info Papa Caca sakit, sehingga kita datang melihat langsung kondisi Papa Caca. Mudah-mudahan cepat sembuh,” ungkap pria yang akrab disapa Upi ini.

Samsudin sendiri ketika melihat banyak masyarakat, keluarga serta kerabat, yang datang menjenguk, ia sangat senang. Ekspresi bahagia terpancar jelas di raut wajahnya. Bahkan saat itu ia ingin pulang ke rumahnya karena merasa sudah sehat.

Kerap ia melemparkan senyum kepada keluarga dan sahabat yang datang meski tangannya masih terpasang infus.

“Terima kasih sudah datang ba lia pa Papa Caca,” ucap Rohani Mamonto, istri Samsudin Dama.

Masyarakat yang datang menjenguk terus bertahan di rumah sakit sampai pukul 14.30 Wita. Pada pukul 15.30 Wita, terlihat masih banyak yang berdatangan melihat kondisi Samsudin. Bahkan hingga pukul 10 malam, orang-orang masih terus berdatangan.

Semoga Allah Swt mengembalikan kesehatan Papa Caca dan mencurahkan rahmat yang tiada terbatas serta diberikan kesembuhan yang sempurna, amin. (*)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button