Feature

Sepenggal Kata Idrus Paputungan Bagi Kakek Tercinta

Oleh: Mat Rey Kartorejo

AWAN duka menyelimuti kediaman keluarga Paputungan Bisnun. Selasa 30 Mei 2023, rumah Hadi Paputungan yang terletak di dusun 3 Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, terasa sesak.

Terlihat ribuan masyarakat berdatangan menghadiri prosesi pemakaman Kakek tercinta.

Almarhum Hadi Paputungan atau sering disapa Papa Alan menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Kotabunan. Ia menutup usia 79 tahun.

Saat prosesi pemakaman, terlihat para pelayat duka dari berbagai daerah berdatangan memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum.

Sebelum mendiang Hadi Paputungan dibawa ke tempat pembaringan terakhir, Camat Kotabunan, Idrus Paputungan, menyampaikan sepatah kata untuk kakek tercinta yang berisi doa dan harapan.

“Pada saat ini kita semua berada di sini dalam rangka berbagi duka atas berpulangnya orang tua, kakak, kakek kita (papa Alan). Pada kesempatan ini ijinkan kami menyampaikan sepata kata. Kita semua tau terasa sesak dada ini karena hari-hari belakangan banyak keluarga kita yang berpulang. Kita kembalikan semua ini pada kesadaran iman dan ilmu bahwa mati adalah sunatullah keputusan Allah. Kematian itu adalah sesuatu yang pasti terjadi,” ucap Idrus Paputungan saat menyampaikan sambutan pemerintah.

Camat Idrus juga memberi penguatan kepada keluarga serta anak cucu yang ditinggalkan almarhum, dengan harapan semoga keluarga menerima dengan ikhlas dan sabar atas berpulangnya kakek tercinta.

“Marilah kita terima semua ini sebagai sebuah kasih sayang Allah atas orang tua kita. Berakhir pun semua pergumulan, semua derita dunia, dan hari ini Allah dengan rahmat dan kasih sayang memanggil orang tua kita kepangkuannya. Semoga kiranya Allah memberi kesabaran kepada kita semua, keluarga, terutama anak dan cucu,” tutur pria yang akrab disapa pak Embang ini.

Dengan penuh ketulusan, Camat Idrus menyatakan rasa belasungkawa turut berduka cita yang mendalam atas kepergian mendiang kakek tercinta.

“Atas nama jajaran pemerintah Kabupaten, Kecamatan, menyampaikan rasa belasungkawa, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” tutur Idrus.

Selaku pemerintah dan juga sebagai keluarga, Camat Idrus sangat sedih. Dibalik wajanya yang penuh lara, Ia  mengajak seluruh pelayat untuk menundukkan kepala sejenak mengirim Surat Al-Fatihah kepada almarhum agar dimudahkan saat menghadapi Sang Khalik.

“Apapun alasannya kematian setelah perpisahannya cukup membuat jiwa kita sedih. Jadi sekali lagi mari kita serahkan kepada Allah. Untuk itu saya sebagai anak dan juga sebagai pemerintah mari kita sejenak menundukkan kepala seraya membaca Surahtul Fatihah mengirim kepada almarhum. Semoga Fatihah ini akan menambah tambahan amalia mempermudah beliau menghadapi Ilahi Robbi,” ucap Idrus Paputungan.

Usai mengirimkan Al-Fatihah, Camat Idrus kemudian melepas jenazah almarhum ke tempat peristirahatan yang terakhir di pemakaman umum FK3GBM, Desa Bulawan.

Almarhum Hadi Paputungan adalah sosok yang istimewa dalam keluarga dalam memberikan cinta, kebijaksanaan, dan kehangatan yang tak tergantikan.

Semoga keluarga serta anak cucu yang ditinggalkan dapat menemukan kekuatan dan ketenangan dalam memori indah bersama almarhum.
Dan semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah Subahanahu wanita ala, serta ditempatkan di Jannatul Firdaus. (*)

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button