Minahasa RayaRagamSulutTerkini

Danau Linow Resort Ditutup, PT Karya Deka Alam Asri: Itu Inisiasi Manajemen

Tomohon, TimurTimes.com – Destinasi wisata Danau Linow Resort di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, tiba-tiba ditutup. Sehingga, banyak masyarakat bertanya-tanya tentang penutupan lokasi wisata tersebut.

Menanggapi hal itu, PT Karya Deka Alam Asri dan manajemen Danau Linow Resort menggelar konferensi pers di Taman Kelong Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kamis (03/08/2023).

Kepada wartawan, salah satu pimpinan perusahaan, Gregorius James Pengky Wewengkang mengatakan, tindakan penutupan itu memang inisiasi manajemen. Dikarenakan ada alasan yang krusial.

“Saat ini sedang ada dalam proses hukum, tahapan penyelidikan. Kami telah dipanggil, kebanyakan dari kalangan pimpinan perusahaan, pemilik dan instansi-instansi yang terkait. Kita disangkakan telah merugikan negara, karena berusaha di tanah hutan lindung. Persoalannya ada di situ,” katanya.

Lanjut Wewengkang, oleh pertimbangan itu, mereka tutup. Mereka merasa sudah berada di jalur yang benar. Mereka pun mengharapkan pemerintah dan instansi-instansi terkait terlibat. Agar supaya industri pariwisata di Tomohon tidak terganggu.

“Berharap pemerintah terlibat dalam melihat permasalahan ini. Baik Pemerintah Kota Tomohon, daerah dan pusat. Selama ini kami berusaha di situ, karena ingin berusaha,” harapnya.

Lebih lanjut, dikatakannya pemilik menitipkan pesan, “Lakukan yang terbaik untuk kota Tomohon, untuk tujuan wisata. Penuhi semua persyaratan-persyaratan. Baik persyaratan pajak, hukum, administrasi, dan lainnya.”

“Kami berusaha di situ, semua perizinan kami lengkapi. Kami ada UPL UKL, rekomendasi lingkungan, perencanaan yang matang, dan semua bangunan itu ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” sebutnya.

Ia menegaskan, tidak ada kawasan hutan lindung di tempat usaha Danau Linow Resort. Di sekitar Danau Linow itu tidak ada tanah hutan lindung.

“Kalau masalah dengan lembaga terkait sebelumnya tidak pernah ada masalah. Memang selama dalam proses pembangunan tetap akan ada masalah, tapi persoalan-persoalan yang masih bisa ditangani. Itu biasa terjadi ketika ada pembangunan, apalagi yang dibangun itu begitu besar. Yang penting dalam niat kita ketika membangun, ada minimize dampak lingkungan,” tandasnya. (Etzar Frangky Tulung)

Baca Juga:   Bersama PMI Tomohon, Mapala Technology Fatek Unima Gelar Donor Darah

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button