Minahasa RayaPolitik dan PemerintahanRagamSport

Urgensi Perda Masyarakat Adat di Minahasa Tenggara, AMAN Sulut Gelar Seminar

Mitra, Timurtimes.com – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggelar Seminar Urgensi Peraturan Daerah (Perda) tentang Masyarakat Adat di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) bertempat di Desa Pangu, Jumat (08/09-2023).

Ketua AMAN Sulut Kharisma Kurama mengatakan bahwa, tujuan seminar tersebut dilaksanakan untuk menggali gagasan dan menyatukan persepsi dari berbagai pihak tentang pentingnya sebuah Peraturan Daerah sebagai payung hukum bagi Masyarakat Adat di Kabupaten Mitra.

“Dari seminar ini bisa terbangunnya persepsi yang sama tentang pentingnya Perda bagi Masyarakat Adat bersama pemerintah di Kabupaten Mitra, dan menyusun rencana strategis untuk pembentukan Perda serta akan dilaksanakan pelatihan bagi masyarakat adat,” jelas Kurama.

Kata dia, sebagai masyarakat adat, orang-orang di Mitra memiliki hubungan yang erat dan tak terpisahkan dengan tanah dan wilayah adatnya. Tanah dan wilayah adat merupakan ruang hidup manusia yang perlu dijaga, dirawat dan dikelola untuk keberlangsungan hidup.

“Hari ini menandakan, bahwa selama dua dekade terakhir ada kemajuan pesat yang adalah masyarakat adat sebagai identitas dengan pemerintah atau Negara” tukas ketua Aman Sulut Kharisma Kurama, SH.

Mewakili Bupati James Sumendap, SH.MH, Ass l Jani Rolos dalam sambutannya menyampaikan, salut dan bangga ketika AMAN Sulut hadir di Kabupaten Mitra, dan ini merupakan awal untuk menuju kesuksesan dalam hal untuk menerbitkan suatu prodak hukum yang bisa kita lakukan di suatu daerah.

“Menyimak apa yang sudah disampaikan oleh ketua AMAN Sulut, sesudah ini nantinya akan dilaksanakan berupa pelatihan dengan melibatkan pemerintah kabupaten Mitra bersama dengan masyarakat,” sebutnya atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara mewakili Bupati James Sumendap, S.H., M.H., saat ini membuka kegiatan seminar urgensi Perda masyarakat adat yang dilaksanakan oleh AMAN Sulut.

Baca Juga:   132 PPS Dilantik, Rojer: Sejumlah Tugas Penting Menanti

Lampu hijau juga datang dari pihak legislatif. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Tonny Hendrik Lasut dirinya menegaskan jika pihaknya tak menutup kemungkinan untuk mendorong Perda ini.

“Kami berharap pihak AMAN Sulut juga bisa membantu dengan mengumpulkan data-data untuk dimasukkan ke DPRD. Kemudian akan kami tindaklanjuti dengan Rapat Dengar Pendapat bersama eksekutif,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan alur pembuatan Perda sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Prinsipnya kalau memang sudah memenuhi persyaratan pembuatan Perda pasti bisa terlaksana. Apalagi Perda tentang Masyarakat Adat juga kan sudah ada di beberapa tempat lain,” kuncinya.

Menjadi narasumber, dari Akademis Unsrat DR. Ivan Kaunang. M.Hum., Wakil Ketua DPRD Mitra Tonny Lasut, S.ST., pengacara masyarakat adat dewan AMAN Sulut Natulandi Supit, S.H, Kadis Pariwisata Johana Untu dan moderator Riane Elean, S.Th., M.Si., perempuan adat/peneliti PUKKAT serta masyarakat dan masyarakat adat. (Etzar Frangky Tulung)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button