Lingkungan dan KesehatanMinahasa Raya

Diduga Sumber Air Tercemar, Masyarakat Taratara Menjerit ‘Ketakutan’

TIMURTIMES.COM, Tomohon – Air adalah salah satu elemen utama di Bumi yang menjadi bagian tidak terpisahkan bagi seluruh manusia. Makhluk hidup tidak dapat hidup apabila tidak ada air, sehingga air sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan seluruh makhluk hidup.

Selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia, tapi juga untuk menunjang berbagai aktivitas dan pekerjaan manusia. Seperti untuk memasak, mencuci pakaian, mandi dan berbagai aktivitas lainnya.

Disebut air bersih apabila memenuhi beberapa syarat. Diantaranya, air itu tidak berasa, tidak berbau, dan tidak berwarna. Harus bebas dari pencemaran kimia, seperti logam berat dan mikrobiologi.

Akan tetapi, hari ini masyarakat di Kelurahan Taratara Tiga, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, dihebohkan dan terganggu dengan dugaan telah tercemarnya sumber air di kembu’an “makaresot”.

Kecemasan tersebut diakibatkan adanya beberapa peternakan ayam dan babi di sekitaran mata air tersebut. Diduga tinja dari peternakan tersebut tidak diamankan dan dikelola dengan baik, malahan hanya langsung dibuang ke tanah.

Akibatnya, cairan dan kotoran-kotoran hewan tersebut meresap ke dalam tanah dan berpengaruh di sumber kehidupan orang Taratara.

Kepada media ini, sejumlah masyarakat yang langsung terkena dampak negatif itu mengatakan, bahwa seharusnya disekitar mata air tidak boleh ada aktivitas peternakan atau sejenisnya.

“Di kamar mandi pa torang, atau di tampa cuci, so mulai ada warna kuning-kuning dalam artian cairan tinja yang keluar di keran. Air so bau tidak sedap, so nda jernih, so nda layak pakai,” ungkap masyarakat yang tidak ingin namanya disebutkan, Kamis, (04/04/2024).

Terpantau, di berbagai akun sosial media Facebook, beberapa postingan masyarakat mempertanyakan sumber air di ‘makaresot”. Hal itupun, menimbulkan komentar dan pertanyaan dari seluruh masyarakat pengguna air bersih.

Baca Juga:   Balon Gubernur Sulut, HNSI Sulut Siap Dukung Jan Samuel Maringka

Pantauan media ini, Senin (01/04/2024), di lokasi sumber air tersebut sejumlah data pun berhasil didapatkan. Pertama, air sudah berbau tidak sedap, debit air berkurang, sedikit berwarna atau keruh, dan adanya sekitar 5-6 pompa air terpasang.

Beberapa informasi dan data yang dikumpulkan media ini juga, hasil laboratorium yang dilakukan oleh Clean Water Analysis Result Balai Wilayah Sungai Sulawesi I pada beberapa waktu lalu, hasilnya kandungan bakteri jenis Coliform lebih dari 200 dan bakteri E Coli lebih dari 200.

Seharunya, hanya 100 lebih atau kurang. Ini membuktikan bahwa, kualitas sumber air tersebut memang sudah tercemar dan sangat membahayakan kehidupan masyarakat dan mahluk hidup lainnya.

Sehingga, masyarakat di Kelurahan Taratara Tiga hingga saat ini masih dihantui, menjerit ketakutan dengan adanya masalah kesehatan di sumber air tersebut. Jika dibiarkan terus-menerus hingga waktu yang lama, bukan tidak mungkin akan merenggut nyawa manusia. (Etzar Frangky Tulung)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button