FEATURE

Reynold Wowor, Pelindung Rakyat yang Mendapat Tantangan Baru di Tanah Totabuan

Gambar: Ipda Reynold Wowor, S.Sos.

Catatan: Matt Rey Kartorejo

REYNOLD WOWOR, S.Sos., adalah seorang polisi yang ramah dan penuh dedikasi. Masuk anggota Polri sejak lulus sekolah pada tahun 2000 setelah melewati tiga tahun yang penuh perjuangan di bangku SMA.

Alumni SMA Kristen Tomohon ini di akhir-akhir sekolah sudah mengikuti tes masuk Polri, ketika dinyatakan lulus, ia langsung mengikuti pendidikan kepolisian di SPN Karombasan Manado, kemudian mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) pada tahun 2021 Resimen Wira Satya Adhipradana. Ia juga pernah kuliah di salah satu perguruan tinggi di Manado.

“Menjadi Polisi sejak lulus SMA tahun 2000, diakhir-akhir sekolah sudah ikut tes masuk Polri sehingga begitu lulus sekolah langsung ikut pendidikan kepolisian di SPN Karombasan, kemudian mengikuti sekolah perwira tahun 2021 Resimen Wira Satya Adhipradana,” ujar Reynold, Selasa 10 September 2024.

Sejak lulus dari SPN, pria kelahiran 1981 ini pertama kali ditempatkan di Polres Minahasa, Sulawesi Utara. Ia lama bertugas di Reserse. Namun, di balik sikap ramahnya, Reynold adalah seorang polisi yang sangat berdedikasi. Ia pernah mengungkap beberapa kasus kejahatan bersama rekan-rekan satu tim.

“Tugas pertama di Polres Minahasa sejak lulus pendidikan sampai tahun 2020 (awal tahun). Lama bertugas di Reserse, pernah beberapa kali mengungkap kasus bersama rekan-rekan satu tim,” ujar pria yang gemar Fotografi ini.

Gambar: Ipda Reynold Wowor, S.Sos. (Foto Ist)

Pria berdarah Minahasa ini merupakan tipe polisi yang selalu mendekatkan diri dengan masyarakat dan kerap memberikan penyuluhan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia percaya bahwa pendekatan yang ramah dan penuh perhatian akan membuat warga merasa aman dan nyaman. Menjadi polisi bukan hanya soal menangkap penjahat, tetapi juga tentang membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

“Hubungan dengan masyarakat sangat baik. Bisa bertambah teman, relasi, dan sahabat,” tutur lelaki asal Tondano Kabupaten Minahasa ini.

Langka Baru Di Tanah Totabuan

Setelah beberapa tahun menjalankan tugas sebagai petugas keamanan di Polres Minahasa, Reynold Wowor dipindah tugaskan ke Tanah Totabuan, tepatnya di Polres Bolaang Mongondow Timur.

Di ujung Timur Totabuan, ia merasa nyaman. Baginya, tempat tugas baru itu bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga sebuah perjalanan yang memberinya perspektif baru tentang arti menjadi pelayan masyarakat yang sejati.

Ia mengatakan bahwa tugas di Bolaang Mongondow Timur adalah pengalaman baru. Dan kini Inspektur Polisi Dua ini sudah memasuki tiga tahun menjalankan tugas di Polres Boltim.

Di Polres Boltim, ia mengemban tugas sebagai KBO Reskrim dan dipercayakan menjabat sebagai Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bolaang Mongondow Timur.

“Tugas di Boltim merupakan pengalaman baru karena sebelumnya hanya tugas di Polres Minahasa dan di Polda Sulut. Bulan November nanti genap 3 tahun tugas di Boltim. Sebelum tugas di Boltim, Tugas di Polres Minahasa dan Polda Sulut, pernah juga di perintahkan tugas di interdiksi BNN Sulut. Di Boltim mengemban tugas sebagai KBO Reskrim, sampai saat ini sudah menjabat sebagai kasi humas dan masih merangkap sebagai KBO Reskrim,” ungkap perwira satu balok emas ini.

Pesan Pesan Kamtibmas Ipda Reynold Wowor

Satu langkah kebaikan dari kita bisa mencegah seribu masalah di masa depan”.

Pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024, ada harapan serta pesan-pesan positif dari Kasih Humas Polres Boltim, Ipda Reynold Wowor, S.Sos., bagi publik Bolaang Mongondow Timur.

Ia mengajak khalayak umum utamanya masyarakat Boltim untuk bersama-sama mewujudkan pesta lima tahunan itu berjalan aman dan damai. Ia juga berpesan agar masyarakat menghindari tindakan yang dapat memicu kericuhan atau konflik.

“Dalam rangka menyambut pelaksanaan Pilkada Tahun 2024, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pesta demokrasi yang aman, damai, dan sejuk.
Hindari tindakan yang dapat memicu kericuhan atau konflik, verifikasi setiap kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Hindari hoaks dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” asa perwira jebolan SIP Resimen Wira Satya Adhipradana ini. (*)

 

BERITA TERKAIT

Back to top button