FEATURE

Samsudin Dama, Ketua DPRD Yang Tulus Mengabdi dan Sangat Disayangi  Masyarakat

Catatan: Matt Rey Kartorejo

SETELAH resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada 17 September 2024, Samsudin Dama ST., ME., melaksanakan orientasi atau pengenalan tugas pokok dan fungsi DPRD di kota Manado. Usai melaksanakan agenda tersebut, ia kembali ke Tanah Totabuan untuk bertemu langsung dengan para pendukungnya.

Pria yang akrab disapa Papa Chaca ini menyadari betul bahwa jabatannya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Kamis 26 September 2024, sekira pukul 4 sore, ia memutuskan untuk menyambangi konstituennya di sebuah lokasi RTLH Desa Tutuyan, Kecamatan Tutuyan.

Dengan mengenakan kemeja lengan pendek sederhana dan Upiya Karanji (Kopiah Keranjang) peci khas Gorontalo, Samsudin Dama turun dari mobil dinasnya dan disambut hangat oleh warga desa. Bukan dengan upacara formal, melainkan dengan senyuman tulus dan jabatan tangan hangat, seperti bertemu kembali dengan sahabat lama.

Suasana haru menyelimuti lokasi RTLH Tutuyan. Masyakarat yang mendukung Samsudin Dama begitu gembira. Mereka bangga karena Samsudin bukan hanya anggota DPRD, tapi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Boltim dan ia tidak lupa dengan orang-orang yang membawanya sampai di titik itu.

“Makaseh banyak Syukur Moanto Papa Chaca sodatang kamari lia pa torang di sini. Torang tetap mo iko deng Papa Chaca.”

Kalimat tulus itu keluar dari mulut ibu-ibu yang berada di lokasi RTLH Desa Tutuyan.

Mendengar ungkapan yang keluar dari hati yang paling dalam, Samsudin tersenyum tipis. Ia paham betul perasaan pendukungnya. Ia tahu betapa pentingnya kehadirannya di tengah-tengah mereka, bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai perwakilan suara rakyat.

Gambar: Letua DPRD Boltim Samsudin Dama saat menemui pendukungnya di Desa Tutuyan. (Foto Ist)

Papa Chaca menyambangi para warga bukan hanya untuk menepati janji kampanye, tapi mendengar langsung apa yang menjadi keluhan warga.
Ibu-ibu yang duduk berbincang dengan Papa Chaca terus memamerkan kegembiraan, namun di balik sorakan itu, ada secercah harapan baru. Mereka percaya, kali ini mereka memiliki pemimpin yang benar-benar mendengarkan. Pemimpin yang hadir bukan hanya saat kampanye, tapi juga saat mereka butuhkan.

Usai berbincang ringan dengan para pendukungnya, beberapa jam kemudian, Samsudin pun meninggalkan lokasi RTLH dengan perasaan lega, namun ia sadar bahwa perjalanan panjang dalam memenuhi harapan rakyat baru saja dimulai.

Kasih Sayang dan Dukungan Tak Terbatas untuk Samsudin Dama

Rinaldi Lendongan, warga Desa Bulawan, yang menyaksikan langsung di lapangan, sangat terharu ketika melihat betapa sayangnya masyarakat terhadap Samsudin Dama.

Pemandangan itu menggetarkan hatinya. Ia tertegun ketika Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama turun dari mobil dinasnya, tampil dengan senyum dan sapaan hangat dari masyarakat setempat. Rasa syukur begitu terpancar dari wajah-wajah warga yang berharap besar pada sosok yang peduli dengan masyarakat itu.

Gambar: Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama disambut hangat oleh warga Tutuyan. (Foto Ist)

Rinaldi Lendongan, berdiri di sana. Ia menarik napas panjang dan tidak bisa menahan senyumnya. Betapa indahnya melihat masyarakat begitu mencintai politisi Nasdem itu.

Inal terdiam, terharu. Bukan hanya karena kasih sayang masyarakat kepada Samsudin, tetapi juga karena harapan-harapan yang terus hidup di antara mereka.

“Sukses selalu kakakku, orang tuaku  Papa Chaca. Saya sendiripun terharu melihat masyarakat begitu sayang dengan Papa Chaca,” ucap Rinaldi Lendongan.

Cerita ini mengisahkan bagaimana seorang Ketua DPRD setelah dilantik, langsung terjun ke lapangan untuk mendengar aspirasi masyarakat. Hal ini menunjukkan pentingnya seorang pemimpin untuk tetap dekat dengan rakyat dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. (*)

 

BERITA TERKAIT

Back to top button