DaerahPENDIDIKANSulutTerkini

Duta FIB Unsrat 2023 Apresiasi Kawanua Short Film Festival

TIMURTIMES.COM, Manado – Kawanua Short Film Festival, yang berlangsung pada Jumat, (29/11/2024) di Theater Hall Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), terus menuai apresiasi.

Salah satunya, ungkapan bangga dan penuh apresiasi tercuat dari seorang mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia, yang juga merupakan Duta Fakultas Ilmu Budaya Unsrat Tahun 2023, Gloria Kontra.

Ketika diwawancarai Timurtimes.com, Gloria berbagi pandangannya mengenai festival yang menjadi bagian dari tugas akhir Mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2022.

Menurutnya, lewat Kawanua Short Film Festival ini pasti akan memberikan dampak yang sangat positif bagi para filmaker (pembuat film, red) maupun pemerannya.

“Pandangan saya, festival ini sangat baik dan berdampak positif. Baik untuk para pembuat film, maupun pemeran yang terlibat dalam pembuatan festival ini,” kata Kontra.

“Karena melalui kegiatan ini, mereka dapat melihat kelebihan apa yang ada pada diri mereka. Di zaman sekarang, menjadi artis atau bintang film bisa menjadi peluang besar, dan ini membuka kesempatan yang baik bagi teman-teman yang mengikuti lomba di festival film pendek ini,” sambungnya.

Sebagai Duta FIB, Kontra pun menyoroti penting adanya kreativitas yang dihasilkan dalam festival ini. Berharap, kegiatan seperti ini dapat memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi mereka.

“Semoga dalam festival seperti ini kedepannya akan ada lebih banyak mahasiswa yang kreatif, khususnya dari Jurusan Sastra Inggris yang telah menginisiasi lomba ini,” ungkapnya.

“Saya juga berharap, generasi muda tetap berbudaya dan tidak terlalu terpengaruh oleh trend budaya Barat. Meski mempelajari bahasa Inggris, penting bagi kita untuk tetap berpegang pada budaya lokal dan nasional,” harap Gloria.

Selain memberikan apresiasi, mahasiswi kelahiran Kota Tomohon ini pun turut menyampaikan pesan dan kesan bagi para mahasiswa yang telah ikut terlibat.

“Tetaplah memiliki kreativitas dalam dunia perfilman. Karena ketika kita bisa menyelesaikan studi, kita dapat melihat potensi-potensi yang ada pada diri kita. Kegiatan ini adalah awal yang baik untuk mengeksplorasi kreativitas tersebut,” pesannya.

“Festival yang menampilkan tujuh film pendek ini, diharapkan menjadi agenda rutin di Fakultas Ilmu Budaya, membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas, dan membawa dampak positif bagi pengembangan seni dan budaya di lingkungan kampus,” pungkasnya. (Mexie Suot)

BERITA TERKAIT

Back to top button