Dosen IAKN Manado Jawara Lomba Film Pendek Integri-Fest 2024

TMURTIMES.COM, Manado – Dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Astrid Lingkan Mandas, M.Psi., Psikolog., berhasil meraih penghargaan sebagai Jawara Terbaik 1 dalam lomba Film Pendek Pengawasan pada ajang Integri-Fest 2024.
Lomba yang dilaksanakan sebagai bagian rangkaian peringatan Hari Anti-Korupsi se-dunia tersebut, digelar Senin (02/12/2024) di Auditorium MH Rasjidi, Jakarta.
Film karyanya berjudul “Tanpa Jalan Pintas”, berhasil mengungguli puluhan peserta lainnya dari berbagai latar belakang, seperti madrasah, perguruan tinggi, dan kantor wilayah Kementerian Agama (Kemenag).
Pada kategori ini, MTSN 1 Balikpapan, Kalimantan Timur, meraih Juara Terbaik 2, sementara penghargaan Favorit diberikan kepada Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM.
Mandas menjelaskan, “Tanpa Jalan Pintas”, menyampaikan pesan penting tentang integritas dalam kehidupan. Film ini mengisahkan seorang mahasiswa yang tergoda membeli kunci jawaban ujian demi kelulusan, namun akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur yang jujur meski harus menghadapi kegagalan.
“Pesan utamanya adalah bahwa perjalanan hidup mungkin terasa sulit tanpa mengambil jalan pintas, tetapi dengan menjunjung tinggi integritas, kita akan memiliki dasar moral yang kuat,” kata Mandas.
Dijelaskannya, proses produksi film dilakukan selama dua hari, melibatkan mahasiswa sebagai pemeran.
Mandas mengakui, selama proses tersebut terdapat beberapa kendala. Seperti penyesuaian jadwal dengan waktu kuliah mahasiswa dan pencarian lokasi syuting.
“Kami harus menyewa kamar di OYO untuk adegan rumah, dan menggunakan laboratorium komputer di kampus untuk adegan ujian. Kendala-kendala itu berhasil diatasi dengan kerja sama tim,” ungkapnya.
Astrid pun berharap, karya-karya film bertema psikologi dan kehidupan akan terus berkembang di IAKN Manado, khususnya di bidang Psikologi Kristen.
“Melalui produksi film, mahasiswa dapat menggali potensi non-akademik, seperti kemampuan akting dan teknis perfilman.
Selain dari sisi akademik, mahasiswa juga perlu menemukan bakat tersembunyi mereka. Lewat pengalaman ini, kami melihat potensi luar biasa, baik di depan maupun di belakang kamera,” ucapnya.
Di sisi lain, Mandas juga berharap pesan moral dari film ini dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya korupsi.
“Korupsi tidak hanya soal uang dalam jumlah besar, tetapi juga tindakan kecil seperti menyogok. Hal-hal seperti itu harus kita hindari,” harap Astrid.
Lewat film tersebut, Mandas pun mengajak generasi muda hari ini untuk menjunjung tinggi integritas dalam setiap aspek kehidupan.
Ia menambahkan, dengan menghindari jalan pintas dan tetap berpegang pada nilai-nilai kejujuran, seseorang akan memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Kuatkan diri untuk tetap berkomitmen pada prinsip yang benar, karena apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai,” tandasnya. (Mexie Suot)



