Prioritas Layani Masyarakat, PDAM Tomohon Respons Cepat Atasi Kerusakan

TIMURTIMES.COM, Tomohon – Komitmen dan konsistensi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon untuk memberikan pelayanan terbaik dalam hal ini ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan pelanggan terus ditunjukkan.
Hal ini terbukti, Minggu (26/01/2025) salah satu tempat yang ada di Kelurahan Paslaten, Kecamatan Tomohon Timur mengalami kerusakan komponen penting dalam sistem distribusi air, yang pada saat itu juga pihaknya langsung mengambil langkah sigap cepat respons
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tomohon, Adrian Johanis Ngenget, S.E, Ak., mengatakan, bahwa perbaikan dilakukan pada Reduced Voltage Regulator (RVR) berukuran 4 inci yang mengalami kerusakan atau disebut doll. Akibatnya, kerusakan ini memengaruhi kinerja distribusi air ke sejumlah wilayah.
“Perbaikan dan penggantian RVR 4 inci ini kami lakukan untuk memastikan distribusi air kembali normal dan lancar,” katanya.
Diketahui, dalam proses pekerjaan diperkirakan memakan waktu dari pukul 15.00 hingga 18.00 Wita.
“Kami memohon pengertian dari masyarakat selama masa perbaikan berlangsung,” ungkapnya.
Dijelaskannya, wilayah yang terdampak langsung proses perbaikan meliputi Kelurahan Paslaten Satu, Paslaten Dua dan sebagian Walian.
Dirut menambahkan, bahwa pihaknya akan terus berupaya agar pekerjaan ini selesai sesuai estimasi waktu, tanpa mengurangi kualitas hasil perbaikan.
“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan air bersih tetap menjadi prioritas utama bagi masyarakat Kota Tomohon,” lanjutnya.
Hingga saat ini, berkaitan dengan langkah perbaikan, merupakan komitmen yang sejalan dengan Visi PDAM Kota Tomohon untuk menghadirkan layanan air bersih yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
Adrian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terdapat gangguan distribusi air di daerah masing-masing melalui kanal aduan resmi PDAM.
“Pelayanan terbaik akan selalu kami upayakan. Kami juga terus mengedepankan transparansi dan respons cepat untuk menanggapi kebutuhan masyarakat,” kuncinya. (Etzar Frangky Tulung)



