Bolmong RayaRELIGI

Jamaah Terisak, Khotbah Lebaran Atu Pou Menyentuh Relung Hati

Atu Pou saat bertindak sebagai khatib pada salat id di masjid Al-Multazam Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Sulawesi Utara./Foto: Momais

TIMURTIMES.COM, – Boltim – Suasana haru dan penuh makna menyelimuti Masjid Al-Multazam di Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara.

Fenomena itu terlihat saat ribuan umat Islam berkumpul untuk melaksanakan salat Idulfitri, Senin (31/3/2025).

Khotbah yang disampaikan Khatib Atu Pou begitu menyentuh, membuat banyak jamaah tak kuasa menahan air mata.

Dalam khotbahnya, Atu Pou mengingatkan pentingnya saling menghormati, mempererat silaturahmi, dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Marilah kita saling menghormati dan lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan hanya karena kita menulis satu-dua kata, kita malah bermusuhan dengan saudara sendiri. Apa yang retak mari kita satukan, yang putus mari kita sambungkan, yang berjarak mari kita dekatkan,” ucapnya dengan suara penuh ketegasan dan kelembutan.

Lebih dari sekadar nasihat, khotbah itu juga mengajak jamaah untuk kembali kepada keluarga, terutama kepada orang tua yang telah berjasa dalam kehidupan.

“Di hari yang Fitri ini, jangan ragu untuk mengulurkan tangan, melemparkan senyum, dan saling memaafkan. Terlebih lagi, mari kita perbaiki hubungan dengan ayah dan ibu tercinta. Ridha mereka adalah kunci keberkahan hidup kita,” sambungnya.

Atu Pou juga mengingatkan bahwa bulan suci Ramadan telah berlalu, dan belum tentu semua orang bisa merasakannya lagi tahun depan. Ia mengajak jamaah untuk berdoa agar ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT.

“Ramadan ini telah berlalu tanpa kepastian apakah kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu lagi. Hari ini, kita hanya bisa berharap segala ibadah kita diterima, pahala dilipatgandakan, dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT,” harapnya dengan suara yang menggetarkan hati.

Sebagai penutup, ia menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW yang mengingatkan bahwa ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Allah.

Usai salat Id, suasana haru semakin terasa. Banyak jamaah yang berpelukan, saling meminta maaf, dan menitikkan air mata. Beberapa di antaranya mengaku tersentuh oleh khotbah yang disampaikan.

“Khotbah tadi benar-benar menyentuh hati saya. Saya langsung teringat dengan saudara saya yang sudah lama tak berkomunikasi. InsyaAllah, saya akan menghubunginya hari ini juga,” ujar seorang jamaah dengan mata berkaca-kaca.

Diketahui bertindak sebagai imam pada salat id di masjid Al-Multazam, yakni Jualan Potabuga.

Lebaran tahun ini tidak hanya menjadi hari kemenangan, tetapi juga momen berharga untuk merekatkan kembali hubungan yang renggang, memperbaiki diri, dan kembali kepada nilai-nilai keislaman yang penuh kasih dan kedamaian. (Matt Rey Kartorejo)

 

BERITA TERKAIT

Back to top button