RAGAMSOSIAL BUDAYA

Gelar Sunatan Massal Gratis, Uan Lahati Tuai Apresiasi

Uwan Lahati  bersama anak-anak yang disunat./Foto Matt Rey Kartorejo

TimurTimes.com, Boltim – Kegiatan positif digelar oleh Uan Lahati, warga Desa Bulawan Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara. Ia mengadakan acara tasyakuran aqiqah untuk putra tercinta, Saifan Kamil Lahati, yang dirangkaikan dengan kegiatan sunatan massal secara gratis bagi masyarakat.

Acara tersebut berlangsung di Dusun 4 pada Jumat, 30 Mei 2025, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Sebagai penggagas kegiatan, Uan Lahati menjelaskan bahwa kegiatan ini sejatinya telah direncanakan sejak tahun lalu, namun tertunda karena berbagai kesibukan yang tak kalah penting.

“Acara ini memang sudah direncanakan tahun lalu, tapi karena banyak kegiatan lain, baru kali ini bisa dilaksanakan. Anak-anak yang disunat bukan hanya dari Kecamatan Kotabunan, tapi juga dari Kecamatan Tutuyan,” ujar Uan kepada media ini.

Ia menambahkan bahwa awalnya jumlah peserta yang ditargetkan hanya sekitar 50 hingga 75 anak, namun antusiasme masyarakat sangat tinggi hingga peserta yang hadir mencapai lebih dari 100 anak. Bagi Uan, hal ini justru merupakan hal yang positif.

“Target awal hanya 50 sampai 75 anak, tapi sekarang membludak. Ini bagus. Kalau sampai seratus atau dua ratus orang pun, tidak masalah, malah lebih baik,” ungkap Uan dengan semangat.

Pengusaha muda ini juga menyebutkan bahwa setiap anak yang telah disunat diberikan bingkisan berupa uang tunai sebagai bentuk apresiasi. “Abis sunat, kase doi lagi,” ujarnya dengan gaya khas daerah.

Kegiatan ini pun mendapat respon positif dari berbagai pihak, termasuk tokoh pemuda Kecamatan Kotabunan, Andika Abdullah. Ia menilai bahwa kegiatan yang digagas Uan Lahati sangat istimewa dan berbeda dari kegiatan sunatan massal lainnya.

“Inisiatif dari Pak Uan Lahati ini luar biasa. Selain sunatan massal, anak-anak juga diberikan bingkisan berupa uang tunai. Ini bentuk perhatian yang sangat baik dan patut diapresiasi,” ujar Andika.

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi sorotan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah, karena menurutnya, inisiatif seperti ini bukanlah hal sepele.

“Harapan saya, pemerintah bisa memberi perhatian terhadap kegiatan seperti ini. Ini bukan inisiatif biasa, tapi melibatkan masyarakat luas dan digagas secara mandiri oleh Uan Lahati,” tambahnya.

Andika juga mengajak para pemuda di desa untuk lebih aktif dan responsif terhadap kegiatan sosial seperti ini, serta berperan memberikan edukasi dan dukungan psikologis kepada anak-anak peserta sunat.

“Sebagai anak muda, saya ikut terlibat dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Begitu juga pemuda lainnya, kita harus turun tangan, mendampingi adik-adik agar mereka tidak takut ketika disunat. Ajak mereka agar merasa tenang,” pungkas Andika.(Matt Rey)

 

BERITA TERKAIT

Back to top button