Bolmong RayaINDEP NEWSRAGAM

APRI Soroti Dugaan Represifitas di WPR Tobongon

Pimpinan APRI Kabupaten Boltim saat melakukan sosialisasi pembentukan Responsible Mining Community (RMC) di WPR Tobongon, Kamis, (31/7/2025)./Foto: Istimewa

TIMURTIMES.COM, Boltim – Sorotan tajam mengarah ke Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Tobongon. WPR yang berada di Kecamatan Modayag Itu, belakangan ini diduga ramai diklaim sepihak oleh sejumlah oknum pengusaha atau cukong.

Hal ini mendapat tanggapan serius dari Pimpinan DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Hendra Abarang S.Hut.

“WPR Tobongon bukan milik segelintir orang atau pengusaha, tapi milik seluruh penambang lokal yang menggantungkan hidupnya di sini (Tobongon-red). Mereka ini pahlawan keluarga, bahkan rela mengorbankan nyawa demi nafkah yang halal,” tegas Hendra, saat melakukan sosialisasi pembentukan Responsible Mining Community (RMC) di Tobongon, Kamis, (31/7/2025).

Hendra menyebut, temuan APRI di lapangan diduga ada beberapa oknum anggota DENSUBPOM Bolmong yang mencoba mengintimidasi dengan cara represif ke para pekerja tambang lokal untuk tidak melakukan aktifitas di lokasi WPR Tobongon dengan alasan yang tidak jelas.

Sehingga kata Henda, pihak APRI segera berkoordinasi dengan pihak DENPOM Bolmong untuk menanyakan status anggota tersebut apakah legal sesuai Sprint atau hanya tindakan pribadi. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di areal WPR Tobongon yang selama ini aman dan kondusif.

“Ada dugaan bahwa tindakan itu tidak berdasarkan Surat Perintah (SPRINT) resmi dari institusi militer. Maka dari itu, APRI mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi langsung dengan Kepala Denpom XIII/1-4 Bolmong untuk mengklarifikasi status dan legalitas kehadiran oknum-oknum tersebut di area tambang rakyat,” ujar Abarang.

Terkait hal ini Anggota Denpom XIII/1-4 Bolmong Pembantu Letnan Dua (Pelda) Syahrudin, memberikan klarifikasi jika institusinya tidak pernah mengeluarkan surat perintah khusus terkait pengamanan di area tambang Tobongon.

Tidak ada anggota Pom yang menggunakan sprint untuk pengamanan khusus di areal pertambangan Tobongon, kalaupun ada anggota yang berada di wilayah tertentu di Bolaang Mongondow Raya, itu karena fungsi dan tugas Polisi Militer di wilayah Bolmong Raya untuk melakukan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta fungsi penyelidikan terhadap suatu tindak pidana dan pelanggaran di wilayah hukumnya,” tegas Syahrudin saat dihubungi via WhatsApp.

Ia menyebut bahwa tidak ada operasi khusus yang ditugaskan Denpom XIII/1-4 di kawasan pertambangan Tobongon hingga saat ini.

“Jadi untuk pertambangan Tobongon tidak ada sprint khusus,” tandasnya.

Dalam situasi yang kian rumit ini, Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Kabupaten Boltim menyuarakan harapan yang sederhana namun mendesak: kejelasan. Sebuah kepastian yang mampu meredam kekisruhan, menegakkan tertib, dan lebih dari itu, menjaga nyala penghidupan ribuan jiwa yang bergantung pada tanah yang mereka gali dengan harapan dan keringat. (Matt Rey)

 

BERITA TERKAIT

Back to top button