Dorong Warga Tanam Jagung, Kapolsek Meranti Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan

TimurTimes.com, KALIMANTAN BARAT — Bertempat di Aula Kantor Desa Selange, Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, telah dilaksanakan sosialisasi program ketahanan pangan pada Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini fokus pada upaya pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung.
Agenda tersebut turut dihadiri Camat Meranti, Elly Cornelia, SH., Kapolsek Meranti, Ipda Uwes, SH., Bhabinkamtibmas sekaligus Bintara Penggerak Ketahanan Pangan, Brigpol Warant C, Kepala Desa Selange, Kurniawan, A.Ma.Pd., Ketua-ketua kelompok tani se-Desa Selange, serta para Kepala Dusun se-Desa Selange.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa, Camat Meranti, serta Kapolsek Meranti. Kegiatan juga mencakup sesi tanya jawab dan diakhiri dengan doa penutup.
Dalam sambutannya, Kapolsek Meranti, Ipda Uwes, SH., menekankan pentingnya percepatan realisasi dana desa sebesar 20 persen dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang telah ditetapkan untuk program ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung.
Kapolsek juga menyampaikan bahwa ia telah menyosialisasikan program ini kepada para Kepala Dusun dan Ketua Kelompok Tani di wilayah Desa Selange, termasuk di lokasi PT Nityasa Idola. Para Ketua Kelompok Tani diminta mendata lahan milik anggotanya yang dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung.
“Polsek Meranti siap mendampingi warga atau kelompok tani sesuai dengan SOP yang telah diterapkan di Kabupaten Bengkayang dan Sanggau Ledo, agar hasil panen jagung maksimal,” ujarnya.
Kepala Desa Selange, Kurniawan A.Ma.Pd., dalam sambutannya menginstruksikan seluruh Kepala Dusun dan kelompok tani untuk segera mengadakan rapat guna pendataan lahan kosong yang dapat ditanami jagung. Ia meminta data valid dari seluruh 20 kelompok tani yang ada di Desa Selange dan mengaktifkan kembali kegiatan pertanian di tingkat dusun.
Meskipun program ini disambut baik, diperkirakan pelaksanaannya akan menemui tantangan. Salah satunya adalah kurangnya partisipasi aktif dari sebagian kelompok tani yang masih fokus pada tanaman padi. Tidak semua kelompok menunjukkan minat terhadap penanaman jagung.
Sebagai tindak lanjut, Kapolsek Meranti telah memerintahkan Bhabinkamtibmas dan Bintara Penggerak Ketahanan Pangan untuk terus memantau dan berkoordinasi dengan pemerintah desa, PPL, dan kelompok tani demi keberhasilan program ini.
Sosialisasi yang berakhir pukul 14.30 WIB ini berjalan dengan lancar. Program penanaman jagung diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan menambah sumber penghasilan bagi masyarakat Desa Selange, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada padi, sawit, dan karet. (Heriyanto Ershi)



