ADVERTORIAL

Bupati Boltim Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bahas Rancangan APBD 2026

TIMURTIMES.COM, BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boltim dalam rangka pembahasan tingkat I terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggaran 2026. Rapat ini digelar di ruang sidang DPRD Boltim, Selasa (7/10).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam penyusunan APBD.

“Setiap program dan kegiatan yang dianggarkan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, serta penguatan ekonomi lokal,” tegasnya.

Bupati Boltim, Oskar Manoppo saat sambutan di Rapat Paripurna DPRD Boltim, Selasa (7/10). Foto: Istimewa

Bupati Oskar menjelaskan bahwa rancangan anggaran disusun berdasarkan regulasi terbaru, termasuk Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2026. Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama dari sisi keterbatasan anggaran. Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Boltim hanya sebesar Rp17,75 miliar, atau sekitar 3 persen dari total pendapatan daerah.

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kami tetap mengarahkan belanja untuk prioritas pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Sekda M. Iksan Pangalima, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD, serta para camat se-Kabupaten Boltim.

Sebagian besar pendapatan daerah tahun depan masih bergantung pada dana transfer pusat yang diperkirakan mencapai Rp517,56 miliar. Sementara itu, PAD yang stagnan menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Dari sisi belanja, pemerintah akan memfokuskan anggaran pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah juga masih menunggu kepastian alokasi dari pusat untuk menyempurnakan RAPBD 2026.

Meski belum dirinci sektor mana yang akan terdampak efisiensi atau realokasi anggaran, Bupati berharap pembahasan di DPRD dapat berjalan lancar agar APBD 2026 segera disahkan dan mendapat evaluasi dari Pemprov Sulawesi Utara.

Di akhir sambutannya, Bupati Oskar mengajak seluruh elemen untuk menjaga sinergi dalam menghadapi tantangan fiskal ke depan.

“Semangat gotong royong dan kearifan lokal harus tetap menjadi fondasi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.

(Advertorial)

 

BERITA TERKAIT

Back to top button