Oskar Manoppo dan Hari yang Mengubah Wajah Pengabdian di Boltim

Catatan: Matt Rey Kartorejo
TIMUR TIMES BOLTIM
MENTARI pagi di Celebes Utara tepatnya di Timur Bolaang Mongondow menyorot lembut halaman Kantor Bupati, menyinari wajah-wajah penuh harap yang berdiri berbaris rapi. Di bawah langit yang biru tenang, hari itu menjadi saksi lahirnya babak baru bagi 798 jiwa yang selama ini mengabdi dalam senyap, para tenaga honorer yang kini resmi menyandang status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Bupati Oskar Manoppo, ditemani Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, menyerahkan Surat Keputusan itu dengan senyum teduh, seolah menyampaikan bukan sekadar dokumen, melainkan penghargaan atas ketulusan dan kerja keras yang tak ternilai. Di antara tepuk tangan yang bergema lembut, suara beliau mengalun dengan wibawa dan kehangatan:
“Status baru ini bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi awal dari tanggung jawab baru untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Boltim.”
Kata-kata itu mengalir, menembus hati mereka yang telah lama menunggu pengakuan. Dalam mata yang berkaca, terselip rasa syukur yang tak bisa disembunyikan.
Rinaldi Lendongan, salah satu PPPK Paruh Waktu, dengan suara bergetar ia mengucapkan terima kasih kepada orang nomor satu Boltim itu.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Oskar Manoppo dan Bapak Wakil Bupati Argo Sumaiku. Di tengah efisiensi anggaran, Bapak tetap memperjuangkan putra-putri daerah. Semoga Allah Swt memberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah,” ucap Rinaldi Lendongan.
Hari itu, di bawah bendera merah putih yang berkibar pelan diterpa angin timur, semangat baru lahir. Bukan semata karena selembar SK, tetapi karena keyakinan bahwa pengabdian meski sederhana akan selalu menemukan jalannya menuju penghargaan yang layak. (*)



