LPG 3 Kg Langka di Bulawan-Kotabunan, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu

Ilustrasi Gas LPG 3 kg./Foto: Prefeek
TIMUR TIMES BOLTIM – Pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di Kecamatan Kotabunan terus menipis dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan ini membuat masyarakat semakin kesulitan mendapatkan tabung subsidi yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari.
Di Desa Bulawan dan Kotabunan, seluruh stok LPG melon di pangkalan dilaporkan habis. Ironisnya, di tingkat pengecer harga justru merangkak naik hingga mencapai Rp30.000 per tabung angka yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
“Harga gas 3 kilogram sudah tiga puluh ribu per tabung. Tapi tetap kami beli, mau bagaimana lagi? Kalau tidak, kami harus masak pakai apa,” keluh seorang ibu di Desa Bulawan, Senin (1/12).
Kelangkaan ini memaksa sebagian warga, terutama para ibu rumah tangga, pergi hingga ke kabupaten tetangga, Minahasa Tenggara (Mitra), demi mendapatkan LPG dengan harga yang lebih wajar.
“Saya sampai harus mencari ke Ratatotok, siapa tahu harganya masih normal. Di sini sudah tembus tiga puluh ribu per tabung,” ujar seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.
(Rey)



