FEATURE

Kapolres Boltim Sampaikan Pesan Damai dan Toleransi di Hari Natal

Doa Natal untuk Boltim Aman, Disampaikan dengan Ketulusan

Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.S.T., S.H., M.Si., M.Mar ENG./Foto: Istimewa

Catatan: Matt Rey Kartorejo

DI UFUK Timur Sulawesi, ketika lonceng Natal berdenting lembut menyapa pagi 25 Desember 2025, damai turun perlahan seperti embun yang menyejukkan tanah Bolaang Mongondow Timur. Cahaya Natal hadir bukan sekadar sebagai perayaan, melainkan sebagai panggilan nurani untuk menyalakan kasih di tengah keberagaman, merajut persaudaraan, dan meneguhkan harapan akan hari esok yang lebih tenteram.

Dalam suasana penuh makna itu, Kepala Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.S.T., S.H., M.Si., M.Mar ENG., menyampaikan salam Natal dengan bahasa ketulusan. Ucapannya mengalir sebagai doa bagi seluruh masyarakat: semoga damai dan kasih Natal senantiasa memenuhi hati, menguatkan ikatan kebersamaan, serta meneguhkan semangat pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebuah pesan yang lahir dari kesadaran bahwa keamanan bukan hanya tugas, melainkan ikhtiar bersama yang berakar pada saling percaya.

Natal, dalam pandangannya, adalah momentum untuk menebar cahaya toleransi, cahaya yang menembus sekat perbedaan, menghangatkan relasi, dan mengusir prasangka. Dari desa ke desa, dari pesisir hingga perbukitan, ajakan itu menggema: mari rawat kedamaian sebagai warisan, dan rukun sebagai rumah bersama. Sebab di sanalah kesejahteraan bertumbuh, bukan dari hiruk-pikuk, melainkan dari ketenangan yang dijaga bersama.

“Jadikan Natal sebagai momentum untuk terus menebar kasih, toleransi, dan kedamaian demi terwujudnya Boltim yang aman, rukun, dan sejahtera,” demikian pesan yang disematkan, sederhana namun sarat makna.

Perwira dua melati ini mengajak setiap insan menjadi penjaga lilin kecil di hatinya, menyala tanpa membakar, terang tanpa menyilaukan.

Akhirnya, Natal di Boltim bukan hanya peristiwa kalender, melainkan perjalanan batin. Perjalanan menuju damai yang dipeluk, persaudaraan yang dipererat, dan pengabdian yang diteguhkan agar Boltim tetap teduh, hari ini dan seterusnya. (*)

BERITA TERKAIT

Back to top button