FEATURELINGKUNGAN & KESEHATANTerkiniTomohon

GenPI Tomohon Apresiasi Gerakan Penghijauan di Kota Bunga 

Tomohon, TIMURTIMES.COM – Menanam pohon bukan pekerjaan yang selesai dalam satu hari. Ia menuntut kesabaran, perawatan dan komitmen jangka panjang. Nilai-nilai yang kerap luput dalam ritme pembangunan yang serba cepat. Kesadaran inilah tercermin dalam gerakan penghijauan yang dilakukan Pemerintah Kota Tomohon, Selasa (20/01/2026).

Aksi yang digelar di Kawasan Cagar Alam Gunung Lokon ini, menjadi sebuah gerakan yang tidak dimaknai sebagai momentum sesaat, melainkan pijakan awal menuju Kota Tomohon Hijau yang lebih berkelanjutan.

Pagi itu, di bawah langit sejuk Kota Bunga, tangan-tangan menanam bibit pohon ke tanah bukan hanya untuk menambah ruang hijau, tetapi juga untuk menegaskan pilihan, bahwa Tomohon ingin tumbuh bersama alam, bukan dengan mengorbankannya.

Langkah ini pun mendapat apresiasi dari Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Tomohon, Brandon Menajang, yang menilai aksi tersebut sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga dan memperbaiki ekosistem lingkungan.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial, Ini adalah bukti bahwa Pemerintah Kota Tomohon secara serius melihat ekosistem alam sebagai fondasi utama keberlanjutan kehidupan,” ujar Menajang.

Tomohon selama ini dikenal dengan udara sejuk, lanskap perbukitan dan kekayaan wisata alam yang menjadi daya tarik utama kota. Namun, di tengah geliat pembangunan dan pertumbuhan sektor pariwisata, isu keberlanjutan menjadi tantangan yang tak bisa dihindari.

Bagi Menajang, menjaga lingkungan bukan pilihan tambahan, melainkan syarat utama jika Tomohon ingin tetap terus disebut sebagai destinasi wisata alam.

Ia menautkan aksi penanaman pohon tersebut dengan konsep pariwisata berkelanjutan menjadi pendekatan yang menempatkan kelestarian alam sebagai basis utama pengembangan destinasi.

“Destinasi wisata yang hijau, lestari dan ramah lingkungan tidak lahir dari promosi semata, ia tumbuh dari ekosistem yang dirawat secara konsisten,” katanya.

Dalam pandangan GenPI, alam bukan hanya latar estetika bagi pariwisata, tetapi jiwa dari pengalaman wisata itu sendiri. Ketika lingkungan terjaga, manfaat pariwisata tidak hanya hadir dalam bentuk ekonomi jangka pendek, melainkan juga sebagai warisan ekologis bagi generasi mendatang.

Menajang menegaskan, komitmen semacam ini harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah, komunitas dan masyarakat, terutama generasi muda perlu berjalan seiring agar pesan pelestarian tidak berhenti di level kebijakan.

“Generasi muda harus terlibat aktif. Kita perlu memastikan bahwa daya tarik wisata alam Tomohon tetap terjaga, sehingga manfaat ekonomi dan keindahannya bisa terus dirasakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan penanaman pohon ini menjadi pemantik bagi lahirnya gerakan lingkungan yang lebih luas di Kota Tomohon.

“Menjadi gerakan yang tidak berhenti pada satu tanggal, satu kegiatan, atau satu foto dokumentasi, tetapi berlanjut dalam tindakan sehari-hari,” kuncinya.

Diketahui, aksi serentak ini diikuti oleh seluruh Forkopimda Kota Tomohon, masyarakat, organisasi dan komunitas pencinta alam se-Kota Tomohon. (Etzar Frangky Tulung)

 

BERITA TERKAIT

Back to top button