FEATURE

Senja Ramadan di Kotabunan, Rahman Salehe Tebar Berkah

Ribuan Takjil Mengalir di Kotabunan dan Bulawan

Rahman Salehe saat membagikan takjil./Foto: Istimewa

Oleh: Matt Rey Kartorejo

TIMUR TIMES.COM – Sabtu, 28 Februari 2026. Senja turun perlahan di ufuk timur Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, membawa cahaya keemasan yang menyentuh jalan-jalan di Kecamatan Kotabunan. Di antara desir angin dan riuh kendaraan yang melintas, semangat berbagi kembali bersemi pada bulan suci Ramadan.

Di tengah suasana yang khidmat itu, Anggota DPRD Boltim, Rahman Salehe, bersama jajaran pengurus DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menapakkan langkah mereka untuk kedua kalinya di Kotabunan. Bukan dengan pidato panjang atau janji-janji yang melangit, melainkan dengan bingkisan takjil yang hangat di tangan, tanda sederhana dari kepedulian yang ingin terus menyala.

Di sejumlah titik strategis, tangan-tangan terulur menyambut paket-paket kecil yang sarat makna. Para pengendara memperlambat laju, pejalan kaki berhenti sejenak, dan warga sekitar tersenyum dengan mata berbinar. Ribuan paket takjil berpindah dari satu genggaman ke genggaman lain, menjelma jembatan sunyi yang merajut kebersamaan. Suasana sore itu terasa akrab, seolah gotong royong bukan sekadar nilai, melainkan napas yang dihirup bersama.

Bagi masyarakat yang tengah menahan lapar dan dahaga, takjil-takjil itu menjadi lebih dari sekadar santapan pembuka. Ia adalah isyarat bahwa mereka tidak sendiri; bahwa wakil rakyat hadir, bukan hanya di ruang sidang, tetapi juga di tepi jalan, di antara debu dan cahaya senja.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian kepada masyarakat. Semoga apa yang kami bagikan dapat membantu dan membawa berkah bagi kita semua,” tutur Rahman Salehe, suaranya menyatu dengan gemuruh sore yang perlahan berubah menjadi magrib.

Dari Kotabunan hingga Bulawan, respons hangat mengalir seperti arus yang tak terbendung. Harapan pun tumbuh di hati warga, agar tradisi berbagi ini terus berlanjut, terutama di momen-momen suci yang menguatkan iman dan persaudaraan.

Sementara itu, jajaran DPC PDI Perjuangan Boltim menegaskan bahwa langkah kecil di bulan penuh berkah ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari ikhtiar panjang untuk selalu dekat dengan rakyat. Sebab pada akhirnya, kebersamaan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang merawat hubungan, tentang memastikan bahwa di setiap Ramadan yang datang, ada tangan yang saling menggenggam dan hati yang saling menguatkan di ujung timur Totabuan. (*)

BERITA TERKAIT

Back to top button