FEATURE

Kisah Humanis di Mapolres Boltim

Saat Sembako Menjadi Bahasa Kepedulian

Kapolres Boltim Golfried Hasiholan, S.H., M.Si. saat memberikan sembako kepada pengemudi Bentor./Foto: Istimewa

Oleh: Matt Rey Kartorejo

TIMUR TIMES.COM – Senja menggantung pelan di langit Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ketika halaman Polres Bolaang Mongondow Timur mulai dipenuhi langkah-langkah sederhana yang membawa harap.

Rabu (4/3/2026), tepat pukul 16.30 Wita, suasana di Mapolres Boltim bukan sekadar pertemuan antara aparat dan warga, melainkan persuaan hati di Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah bulan ketika langit terasa lebih dekat, dan tangan-tangan lebih ringan untuk berbagi.

Di bawah cahaya sore yang merunduk lembut, Kapolres Boltim, Golfried Hasiholan, S.H., M.Si., berdiri memimpin kegiatan pembagian sembako bagi para pengemudi bentor. Ia didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama, dan jajaran personel hadir bukan hanya sebagai seragam dan pangkat, melainkan sebagai sesama manusia yang ingin menguatkan.

Sebanyak dua puluh tiga pengemudi bentor dari Kecamatan Tutuyan dan sekitarnya datang dengan wajah yang menyimpan lelah sekaligus keteguhan. Roda tiga yang saban hari mereka kemudikan adalah saksi bisu perjuangan: menembus panas, melawan hujan, mengantar harapan dari satu sudut kampung ke sudut lainnya. Dari situlah dapur menyala, anak-anak bersekolah, dan mimpi-mimpi kecil tetap dijaga.

Paket-paket sembako beras, minyak goreng, gula pasir, serta kebutuhan pokok lainnya berpindah tangan dalam suasana hangat. Bukan sekadar barang, melainkan tanda bahwa negara tidak memalingkan wajah; bahwa ada kepedulian yang mengetuk pelan pintu-pintu kehidupan sederhana.

Foto: Istimewa

Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari ikhtiar sosial Polri yang rutin dilaksanakan, terutama pada momentum bulan penuh berkah.

“Di bulan suci Ramadhan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya para pengemudi bentor yang setiap hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ini adalah bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat,” tuturnya.

Lebih dari sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, lanjutnya, tugas Polri juga merawat jembatan rasa, membangun kedekatan emosional agar kepercayaan tumbuh seperti benih yang disiram perhatian.

“Dengan komunikasi dan silaturahmi yang baik, situasi kamtibmas di wilayah ini akan tetap aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya, suaranya menyatu dengan desir angin sore.

Para pengemudi bentor menerima bantuan itu dengan mata yang berbinar, barangkali karena merasa dilihat, dihargai, dan diingat. Ucapan terima kasih mengalir tulus; di antara mereka ada yang tersenyum lebar, ada pula yang menunduk haru. Di bulan ketika lapar menjadi pelajaran tentang sabar, bantuan kecil dapat menjelma menjadi makna yang besar.

Foto: Istimewa

Pukul 17.15 Wita, rangkaian kegiatan usai. Langit kian temaram, namun halaman Mapolres terasa lebih terang dari sebelumnya. Tak ada gegap gempita, hanya keakraban yang sederhana dan suasana yang tetap aman serta kondusif.

Melalui langkah kecil di bulan suci ini, Polres Bolaang Mongondow Timur menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sebab di tanah yang diberkahi senja dan doa-doa itu, keamanan bukan hanya soal ketertiban melainkan tentang rasa saling memiliki, saling menjaga, dan saling menguatkan. (*)

BERITA TERKAIT

Back to top button