FEATURE

Jejak Kepedulian Rahman Salehe

Ketika Pasar Kotabunan Menjadi Ruang Harapan Bersama Rahman Salehe

Oleh: Matt Rey Kartorejo

JUMAT, 6 Maret 2026. Malam itu langit Kotabunan terbentang jernih, seakan turut menyambut denyut kehidupan yang perlahan bersemi di Pasar Tradisional Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Cahaya bulan turun lembut di antara atap-atap kios, menyinari wajah-wajah para pedagang yang sibuk menata dagangan, serta langkah para pengunjung yang datang dengan harapan sederhana: mencari rezeki dan berbagi kebahagiaan di bulan suci.

Di tengah riuh yang perlahan menghangat, sebuah kabar menyebar seperti angin malam. Seorang entrepreneur muda datang berkunjung, menyapa para pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan pada pasar rakyat itu. Ia adalah Rahman Salehe.

Kehadirannya bukan sekadar kunjungan biasa. Di Ramadhan Fest yang digelar di Kotabunan Selatan, Rahman Salehe hadir membawa sesuatu yang lebih dari sekadar langkah kaki ia membawa perhatian, semangat, dan keyakinan bahwa usaha kecil memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.

Di antara deretan tenda Bazar Pasar Ramadhan yang penuh warna, pria yang akrab disapa Amang itu berjalan dari satu lapak ke lapak lainnya. Ia menyapa pedagang dengan senyum hangat, mendengarkan cerita sederhana tentang dagangan hari itu, tentang harapan yang mereka titipkan pada bulan Ramadhan, dan tentang keluarga yang menunggu di rumah.

Tak jarang, percakapan kecil itu berubah menjadi sumber motivasi.

Rahman memberikan dorongan agar para pelaku UMKM tetap percaya diri, terus bertahan, dan berani berkembang. Baginya, UMKM bukan sekadar usaha kecil mereka adalah denyut nadi ekonomi masyarakat, kekuatan sunyi yang menopang kehidupan banyak keluarga.

Bazar Ramadhan, menurut Rahman, bukan hanya tempat transaksi jual beli. Ia adalah ruang perjumpaan, tempat kebersamaan tumbuh, tempat gotong royong menemukan bentuknya dalam senyum dan sapaan.

Kehadirannya pun disambut hangat oleh masyarakat. Para pedagang merasa diperhatikan, para pengunjung merasakan semangat yang sama: bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Di dunia maya, dukungan juga mengalir. Putra Masloman, melalui akun Facebooknya, menuliskan kesan sederhana namun tulus tentang sosok Rahman.

“Terbaik sekali ini Pak Dewan di Kotabunan,” tulisnya singkat, namun penuh makna.

Doa-doa pun turut menyertai. Banyak yang melangitkan harapan agar Rahman Salehe senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, serta kesuksesan dalam setiap langkah pengabdiannya.

“Panutan yang terbaik. Sehat, umur panjang, dan sukses jaya selalu orang baik. Terbaik Rahman Salehe.”

Di tengah semarak Ramadhan Fest Kotabunan Selatan, satu hal terasa jelas: ketika kepedulian bertemu dengan harapan rakyat kecil, maka lahirlah kekuatan baru kekuatan yang menumbuhkan optimisme, dan perlahan menguatkan ekonomi masyarakat dari akar yang paling dalam.

“Sehat selalu Rahman Salehe.” (*)

BERITA TERKAIT

Back to top button