Terkini

Semarak Lomba Menu B2SA di Kotabunan, Pangan Lokal Jadi Primadona

TimurTimes.com, Boltim – Aroma rempah dan masakan khas daerah memenuhi aula Kantor Kecamatan Kotabunan pada Kamis pagi yang cerah, ketika puluhan peserta dari Tim Penggerak PKK (TP PKK) se-Kecamatan Kotabunan memamerkan kreasi kuliner mereka dalam ajang Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA ini bukan sekadar kompetisi memasak biasa. Di balik penataan menu yang menarik dan warna-warni yang menggoda selera, tersimpan berbagai resep rahasia dapur, inovasi bahan pangan lokal, serta strategi menyusun menu sehat dan ekonomis untuk keluarga.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong kesadaran masyarakat dalam menyusun menu keluarga yang memenuhi prinsip B2SA dengan memanfaatkan pangan lokal,” ujar Srida Pontoh, S.I.P, Ketua Panitia sekaligus Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Kecamatan Kotabunan.

Sebanyak 15 desa di Kecamatan Kotabunan mengirimkan perwakilan untuk unjuk kreativitas. Bahan-bahan lokal seperti umbi-umbian, sayuran pekarangan, dan ikan segar hasil tangkapan nelayan pesisir menjadi bintang utama dalam setiap sajian yang dihidangkan.

Penilaian dilakukan oleh tim juri gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, TP PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, serta Pokja 3 PKK Kecamatan Kotabunan. Kriteria penilaian meliputi, Keragaman bahan pangan, nilai gizi, estetika penyajian, rasa, higienitas dan keterjangkauan biaya.

“Ini bukan hanya soal enak, tapi juga soal edukasi gizi, kemandirian pangan, dan inovasi keluarga,” tegas salah satu juri dari Dinas Kesehatan.

Selain menjadi wahana edukasi, lomba ini juga menjadi bagian dari proses seleksi desa terbaik untuk mewakili Kecamatan Kotabunan pada lomba serupa di tingkat kabupaten.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan seluruh peserta. Banyak yang mengaku bangga bisa menunjukkan kemampuan mereka sekaligus belajar dari sesama kontestan.

Lomba ini juga diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam penanggulangan stunting dan penguatan ketahanan pangan rumah tangga, melalui peran aktif TP PKK dalam mendidik keluarga tentang pentingnya konsumsi pangan yang sehat dan terjangkau.

Dengan penuh semangat dan dedikasi, para peserta membuktikan bahwa dari dapur pun bisa lahir perubahan besar. Di setiap racikan bumbu dan susunan menu, tersimpan komitmen untuk membangun keluarga dan desa yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya. (Young)

BERITA TERKAIT

Back to top button