PDAM Tomohon Respon Keluhan Masyarakat
Tomohon,TimurTimes.com – Keluhan masyarakat tentang ketersediaan air sampai saat ini masih menjadi tanda tanya. Hal ini pun ditanggapi dan mendapat penjelasan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon.
“Memang harus diakui bahwa, ada area atau kelurahan tertentu yang belum dapat pelayanan maksimal air PDAM. Sebenarnya ada beberapa masalah dan penyebab terkait air ini,” kata Direktur Utama, Adrian Johanis Ngenget, S.E, Ak., Selasa (31/01) di ruang kerjanya.
Dijelaskannya, ada area-area yang jauh dari titik instalasi. Contohnya, di Kelurahan Uluindano salah satu yang menyampaikan tentang masalah air yang belum terdistribusi maksimal. Di sana sudah ada sebagian dan ada juga yang belum. Masalahnya pengaruh kontur tanah tidak merata.
“Penyebabnya, pertama volume air di Kota Tomohon itu, belum mencukupi untuk pelayanan. Karena mayoritas penerima air itu diambil dari Sineleyan. Sementara dari tempat itu, debit airnya sudah mengalami penurunan. Kalau yang lalu ada 80 liter per detik, sekarang diperkirakan hanya 60 liter per detik,” lanjut Adrian.
Dikatakannya, permasalahan kedua, dari 60 liter per detik ini tidak dapat menjangkau semua masyarakat. Karena tingkat kebocoran pipa yang keropos, retak, bocor dan tersumbat sangat tinggi sehingga banyak air yang terbuang di pipa itu.
“Kita mencoba untuk mengidentifikasi, tapi permasalahannya pipa-pipa milik PDAM banyak yang ada di bawah jalan aspal. Pada waktu lalu jalan masih kecil, mereka membuat pipa itu diantara jalan dan trotoar. Tapi setelah sekarang ketika sudah diaspal, banyak pipa sudah ada dibawah aspal, Itulah kesulitan yang kita hadapi saat ini,” ucap Dirut.
“Apabila pipa hanya ada diantara trotoar atau drainase, itu bisa kita identifikasi. Pada malam hari kami melakukan pemeriksaan ketika lalu lintas sudah sunyi, dan sudah banyak titik yang kita dapatkan. Tingkat kebocoran pipa di Tomohon sangat tinggi, bayangkan ketika pipa yang besar tetapi banyak air yang terbuang percuma. Tentunya akan berpengaruh bagi penggunanya,” lanjutnya.
Sehingga, ia mengatakan bahwa itu adalah hal yang wajar, ketika penerima air yang dilayani PDAM itu belum maksimal.
“Solusi saya sekarang dengan keterbatasan dana, dan tenaga teknik, kami tetap coba mencari titik-titik kebocoran untuk diatasi. Kami pasti akan tetap coba untuk memperbaikinya,” ungkapnya.
Ia pun menyebutkan, ada tiga proyeksi unggulan yang sudah diusulkan, tapi sampai saat ini belum ada satu pun yang lolos.
“Yaitu adanya optimalisasi penyediaan jaringan instalasi pipa baru, revitalisasi, dan connecting atau penggabungan tiga sumber mata air besar di Kota Tomohon,” tandasnya. (Etzar Frangky Tulung)



