Kenangan di Bawah Pohon

Pohon mangga. Foto: Tangkapan layar Isntagram/Buubeelii
TIMURTIMES.COM – Sore itu, Alia duduk di bawah pohon mangga besar di depan rumahnya. Pohon itu sudah berdiri kokoh selama puluhan tahun, menjadi saksi bisu tumbuh kembang Alia dan keluarganya. Setiap musim panas, pohon mangga itu selalu memberi buah yang manis, menjadi alasan anak-anak di kampung untuk berkumpul di sekitar halaman rumah Alia.
Alia tersenyum kecil sambil memandangi buah-buah mangga yang bergelantungan. Kenangan masa kecil kembali membanjiri pikirannya. Dulu, ia sering memanjat pohon itu bersama teman-temannya, berlarian di sekitar halaman, dan tertawa tanpa beban. Setiap kali ia jatuh atau terluka, ibunya akan segera datang membalut lukanya sambil berbisik lembut, “Kamu harus kuat, Alia. Seperti pohon ini, yang bertahan meski angin kencang.”
Namun kini, semua terasa berbeda. Setelah lulus kuliah, ia jarang pulang. Kesibukan di kota membuatnya jauh dari orang tua dan rumah masa kecil. Banyak hal berubah, termasuk dirinya. Tapi pohon mangga itu tetap sama, menanti ia pulang untuk sekadar duduk di bawah rindangnya.
Alia merasakan kehangatan yang telah lama ia rindukan. Di bawah pohon mangga itu, ia menyadari betapa pentingnya pulang dan menyentuh kembali kenangan masa lalu. Hari itu, Alia berjanji, tak akan lagi melupakan akar yang selalu menjadi rumah baginya.
Cerita ini menggambarkan tentang hubungan seseorang dengan tempat masa kecilnya, di mana kenangan menjadi pengingat untuk tidak melupakan asal-usul dan orang-orang yang selalu menanti. (*)



