Secercah Harapan di Tengah Hujan

Seorang wanita menatap hujan dari jendela/Foto: Pixabay
Catatan: Matt Rey Kartorejo
TIMURTIMES.COM – Malam itu, hujan turun dengan deras. Udara yang dingin merambat masuk ke dalam kamar kecil milik Rina, seorang gadis berusia sepuluh tahun yang tinggal bersama neneknya. Rina sedang duduk di sudut kamar, memandangi rintik hujan dari balik jendela yang buram. Tangannya memegang buku tulis yang sudah penuh dengan coretan-coretan impiannya.
Sejak kecil, Rina bermimpi menjadi penulis. Dia ingin membuat cerita-cerita indah yang bisa membuat orang lain tersenyum dan merasa hangat. Namun, keadaan membuat mimpinya terasa jauh. Ayah dan ibunya sudah lama pergi, meninggalkannya dalam asuhan sang nenek yang juga hidup dalam keterbatasan.
Di tengah suara hujan yang menderas, Rina tersentak mendengar pintu kamar diketuk perlahan. Neneknya datang membawakan secangkir teh hangat dan duduk di sampingnya.
“Rina sedang menulis apa?” tanya sang nenek dengan suara lembut.
“Rina sedang mencoba menulis cerita, Nek,” jawabnya dengan ragu.
Neneknya tersenyum, matanya yang mulai menua berbinar penuh kasih. “Nenek dulu juga suka menulis. Menulis membuat kita seakan bisa melihat dunia lain, ya?”
Rina mengangguk, merasakan hangat di dalam dadanya. Mereka pun berbagi cerita hingga larut malam, neneknya bercerita tentang masa mudanya yang penuh perjuangan. Bagi Rina, malam itu menjadi momen berharga. Ia melihat bahwa meskipun hidup penuh keterbatasan, selalu ada harapan yang bisa ia peluk.
Di pagi harinya, Rina bertekad untuk menulis cerpen yang kelak ia dedikasikan untuk neneknya. Ia ingin menunjukkan bahwa impiannya tidak sia-sia dan mimpinya tetap menyala, meski kecil dan sederhana.
Dengan secarik kertas dan pena, ia mulai menulis kisah harapan. Hujan yang deras malam itu telah menjadi saksi bisu bahwa di balik segala keterbatasan, Rina berjuang untuk menggapai mimpinya. (*)



