APRI Dukung Tambang Bertanggung Jawab dan Ramah Lingkungan, Hendra Abarang: Stop Stigma Negatif terhadap Penambang Rakyat

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMURTIMES.COM, Boltim – Pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Hendra Abarang, S.Hut., berkoar.

Kabar yang telah menyeruak ke publik tentang adanya kerusakan lingkungan besar akibat aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di kawasan Kilo Molobog, Kecamatan Motongkad, jadi alasan.

Abarang mengatakan isu yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta lapangan sebab pihaknya telah turun lapangan bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara melalui UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

“Jelas keliru. Kami bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara melalui UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Unit II Boltim–Bolsel telah turun langsung ke lapangan. Kami melakukan sosialisasi terkait program Responsible Mining Community kepada para penambang lokal sebagai bentuk komitmen terhadap penambangan yang bertanggung jawab,” ujar Hendra Abarang, Senin (4/8/2025).

Disebutkan pula bahwa lokasi PETI di Molobog berada dalam kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) sesuai titik koordinat yang telah diverifikasi. Di lokasi tersebut kata Hendra, banyak masyarakat menggantungkan penghidupan mereka sebagai penambang rakyat.

“Mereka ini adalah pahlawan ekonomi keluarga. Kehadiran mereka di lokasi PETI adalah demi menghidupi anak istri. Maka dari itu, kami di APRI akan terus mengawal keamanan dan kenyamanan para penambang lokal. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengatasnamakan LSM untuk kepentingan pribadi dan justru merugikan masyarakat,” tegasnya.

Terkait tuduhan penggunaan alat berat ekskavator yang disebut merusak tanaman perkebunan warga, Abarang menyampaikan bahwa fakta di lapangan justru sebaliknya.

“Tanah perkebunan yang ada di sekitar lokasi PETI memang telah dijual oleh pemiliknya kepada investor tambang. Mereka yang menjual tanah itu bertujuan untuk membuka akses jalan menuju lokasi pertambangan agar para pekerja lokal bisa bekerja lebih mudah,” jelasnya.

Abarang menegaskan bahwa APRI Boltim akan tetap konsisten dalam memperjuangkan hak dan keamanan para penambang rakyat, serta mendukung kegiatan tambang yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

(Red)

Berita Terkait

HUT ke-81 TNI, Dandim Bolmong Serukan Pengabdian Nyata untuk Rakyat
Layanan Air Tersendat, Warga Bulawan Pertanyakan Keseriusan PDAM
Penantian Terbayar di Tanah Suci, Jema’ah Umroh Kotabunan Bulawan Tiba di Makkah
Dinkes Boltim dan Polres Tingkatkan Sinergi Lewat Cek Kesehatan Gratis
Kunjungi Anggota yang Sakit, Kapolres Boltim Berikan Dukungan Moril
ASA Gandeng Puskesmas, Warga Kotabunan Nikmati Layanan Spesialis Tanpa Biaya
Rahman Salehe Bantah Tudingan Narkoba, Siap Buktikan Lewat Tes Urine
Banjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Solok, Sejumlah Fasilitas Rusak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:18 WITA

HUT ke-81 TNI, Dandim Bolmong Serukan Pengabdian Nyata untuk Rakyat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:56 WITA

Layanan Air Tersendat, Warga Bulawan Pertanyakan Keseriusan PDAM

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:33 WITA

Penantian Terbayar di Tanah Suci, Jema’ah Umroh Kotabunan Bulawan Tiba di Makkah

Jumat, 25 September 2026 - 23:14 WITA

Dinkes Boltim dan Polres Tingkatkan Sinergi Lewat Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WITA

Kunjungi Anggota yang Sakit, Kapolres Boltim Berikan Dukungan Moril

Berita Terbaru