Layanan Air Tersendat, Warga Bulawan Pertanyakan Keseriusan PDAM
Menunggu Air hingga Pukul 02.00 Wita, Keluhan Warga Bulawan Makin Memuncak

Ilustrasi./Foto: Pixabay
TIMUR TIMES, BOLTIM — Nada keluh didendangkan sejumlah warga Desa Bulawan dan Kotabunan Bersatu. Layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang belakangan ini sering macet, jadi alasan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak, mandi, dan mencuci.
Sejumlah warga mengaku gangguan aliran air terjadi berulang kali. Bahkan, pada beberapa kesempatan, air tidak mengalir selama berjam-jam hingga berhari-hari.
“Air sering mati tanpa pemberitahuan yang jelas. Kami tentu bertanya-tanya, sebenarnya apa penyebabnya?” ujar Risma salah seorang warga Desa Bulawan, Sabtu, (30/10/2026).
Nada yang sama disampaikan Uang Pateda. Ia menyebut bahwa sudah sekitar empat bulan air PDAM sudah tidak mengalir. Sehingga untuk kebutuhan memasak dan mencuci terpaksa mencari air alternatif.
“Sudah sekitar empat bulan air tidak jalan terpaksa kalau mencuci, pakai air di Masjid. Kalau untuk mandi kami mandi di sumur di samping pohon Nusu,” kata Pateda.
“Sampai hari ini air tidak mengalir. Ini kua sama deng babunung alus,” sentil Pateda.
Partin Dukalang, seorang ibu asal Desa Bulawan mengatakan, air PDAM mulai dari Bulan September sudah mulai macet, sehingga setiap malam ia menunggu air mengalir sampai pukul 02.00 Wita.
“Sosari Bulan September awal, air so mulai mati. Jadi setiap malam torang batunggu aer mo mengalir sampe jam dua. Klu nda mo ba tap, nda ada aer pagi- pagi,” kata Partin.
Terkait hal ini, warga berharap pihak PDAM Umit Kotabunan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab sering terhentinya pasokan air. Masyarakat juga meminta adanya informasi yang jelas apabila terjadi gangguan, termasuk perkiraan kapan aliran air kembali normal.
Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, kondisi tersebut dinilai cukup menyulitkan warga yang tidak memiliki sumber air alternatif.
Warga mempertanyakan apakah gangguan disebabkan oleh kerusakan jaringan, keterbatasan debit air, masalah teknis pada instalasi, atau faktor lainnya.
Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Mereka meminta PDAM meningkatkan kualitas pelayanan agar distribusi air bersih kepada pelanggan dapat berjalan lebih lancar dan konsisten.
Sementara itu, pihak PDAM melalui Wahyudi Lasambu mengatakan bahwa penyebab macetnya air lantaran debit air menurun.
“Penyebab air sering mati karena debit air menurun. Biasanya nanti malam hari baru air kembali normal,” kata Wahyudi saat bersua dengan media ini. (Rey)



