Cegah Konflik Tambang, APRI Boltim Gaungkan Pembentukan Responsible Mining Community

TIMURTIMES.COM, Boltim – Pimpinan DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Hendra Abarang, S.Hut., turun langsung ke lapangan, Kamis, (31/7/2025).
Menata aktivitas pertambangan rakyat yang legal, aman, dan berpihak pada masyarakat lokal, serta melakukan sosialisasi pembentukan Responsible Mining Community (RMC) di wilayah Tobongon, jadi tujuan.
Hendra Abarang S.Hut., berujar, agenda tersebut mendorong para penambang lokal agar bersatu dalam satu wadah berbadan hukum yang diakui secara resmi, sehingga aktivitas mereka tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Pembentukan RMC ini penting agar kegiatan tambang dilakukan secara legal dan profesional, tidak liar, serta berada dalam naungan asosiasi resmi,” ujar Abarang di hadapan para penambang.
Ditegaskan pula, dengan bergabung dalam RMC, para pekerja tambang akan mendapatkan berbagai manfaat, termasuk perlindungan melalui program BPJS Kesehatan. Kata dia, hal ini menjadi penting mengingat tingginya risiko kerja di sektor pertambangan.
“Pekerja tambang juga akan mendapat fasilitas BPJS Kesehatan bilamana sakit atau terjadi kecelakaan di tempat kerja,” kata Abarang.
Tak hanya bicara soal legalitas dan perlindungan, Hendra juga menyoroti soal kepemilikan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Tobongon yang belakangan ini ramai diklaim sepihak oleh sejumlah oknum pengusaha atau cukong.
“WPR Tobongon bukan milik segelintir orang atau pengusaha, tapi milik seluruh penambang lokal yang menggantungkan hidupnya di sini. Mereka ini pahlawan keluarga, bahkan rela mengorbankan nyawa demi nafkah yang halal,” tegas Hendra.
Ia pun menyerukan agar semua pihak menghormati aturan yang berlaku, dan tidak menjadikan kawasan WPR sebagai ladang monopoli.
“Kita harus patuh pada regulasi yang sudah diarahkan oleh Gubernur Sulawesi Utara. Tujuannya agar tambang rakyat berjalan aman, nyaman, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tandasnya. (Matt Rey)



