FEATURE

Di Balik Riuh Bandara, Doa dan Persaudaraan Mengantar Langkah ke Tanah Suci

Di Ujung Landasan, Doa Menjadi Bahasa Persaudaraan

Ketua DPRD Boltim, Samsudin Dama, foto bersama jemaah umrah di Bandara Sam Ratulangi Manado./Foto Istimewa

Oleh: Matt Rey Kartoredjo

 PAGI itu, Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, dipenuhi lalu-lalang penumpang yang berkejaran dengan waktu. Di antara hiruk-pikuk keberangkatan, terselip sebuah pemandangan yang menghadirkan kehangatan: pelukan, senyum, dan untaian doa yang mengiringi langkah para tamu Allah menuju Tanah Suci, Senin 27 Juli 2026.

Di tengah kesibukan agenda sebagai wakil rakyat, Samsudin Dama memilih meluangkan waktu untuk hadir secara langsung mengantar sekaligus mendoakan rombongan jamaah umrah yang diberangkatkan atas prakarsa Rahman Salehe, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Kehadirannya bukan sekadar formalitas. Dengan penuh ketulusan, Samsudin Dama menyampaikan doa agar seluruh jamaah diberikan keselamatan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Ia berharap setiap langkah mereka dimudahkan, setiap ibadah diterima, kesehatan senantiasa menyertai, dan seluruh rangkaian umrah berbuah kemabruran di sisi Allah SWT.

Tak hanya itu, doa juga mengalir untuk Rahman Salehe. Di hadapan para pengantar dan keluarga jamaah, Samsudin menyampaikan apresiasi atas ikhtiar mulia yang dilakukan rekannya dalam memfasilitasi keberangkatan para tamu Allah. Baginya, kesempatan membantu orang lain menunaikan ibadah ke Tanah Suci merupakan amal jariyah yang bernilai besar.

Ia pun memohon agar Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan hidup, serta melipatgandakan pahala bagi Rahman Salehe atas kebaikan yang telah ditanamkan kepada sesama.

Foto: Istimewa

Momen sederhana di ruang keberangkatan itu seolah menghadirkan makna yang lebih luas daripada sekadar prosesi melepas perjalanan. Ia menjadi gambaran tentang persaudaraan yang tetap terjaga di tengah dinamika politik.

Samsudin Dama dan Rahman Salehe bukan hanya sama-sama mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Keduanya juga berasal dari akar yang sama, yakni Desa Bulawan Bersatu, serta mewakili daerah pemilihan (Dapil) I. Meski bernaung di partai politik yang berbeda, kebersamaan dan saling menghormati tetap menjadi jembatan yang menyatukan langkah mereka.

“Yang diperlihatkan Bapak Samsudin Dama dan Bapak Rahman Salehe adalah potret keharmonisan yang patut menjadi teladan. Berbeda partai bukan alasan untuk saling menjauh. Justru mereka menunjukkan bahwa persaudaraan, saling mendukung, dan bersinergi dalam kebaikan jauh lebih penting daripada sekat-sekat politik. Inilah wajah politik yang menyejukkan bagi masyarakat Boltim,” ujar salah seorang pengantar jamaah yang hadir di lokasi.

Foto: Istimewa

Di balik riuh mesin pesawat yang bersiap mengudara, terselip pesan yang tak kalah nyaring: bahwa kekuasaan sejatinya menemukan maknanya ketika diwujudkan dalam kepedulian, dan politik akan selalu memiliki wajah yang indah ketika dirawat dengan persaudaraan.

Keberangkatan para jamaah umrah pagi itu akhirnya bukan hanya menjadi awal perjalanan spiritual menuju Baitullah, tetapi juga meninggalkan jejak tentang nilai-nilai kemanusiaan, tentang doa yang dipanjatkan dengan tulus, persahabatan yang tetap kokoh, serta pengabdian kepada masyarakat yang melampaui sekat perbedaan. (*)

BERITA TERKAIT

Back to top button

badak88

dazbet

rajajp88

hokigacor

slot88

slot777

slot gacor

idnslot