Pagi yang Penuh Haru di Sam Ratulangi, Samsudin Dama Titipkan Doa Untuk 15 Jemaah

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samsudin Dama foto bersama jemaah umroh dan kekuarga./Foto: Istimewa

Oleh: Matt Rey Kartoredjo

PAGI di Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat, 18 September 2026, terasa begitu teduh. Langit membentang biru. Embun masih menggantung di ujung-ujung dedaunan, seolah pagi sengaja memperlambat waktu untuk menyaksikan sebuah perjalanan suci.

Sekira pukul 07.00 Wita, Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur, Samsudin Dama, tiba di bandara. Ia datang bersama sang istri, Rohani Mamonto. Bukan untuk sebuah agenda politik, bukan pula untuk sebuah seremoni, melainkan untuk melepas para jemaah umroh yang akan berangkat menuju Tanah Suci.

Ada 15 jemaah yang pagi itu bersiap terbang menuju Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah. Di antara kesibukan koper, pelukan keluarga, dan doa-doa yang lirih, Samsudin hadir membawa pesan sederhana: agar setiap langkah mereka senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

“Papa Chaca” begitu ia akrab disapa, memberikan motivasi dan penguatan kepada para jemaah. Ia mengingatkan agar perjalanan ibadah itu dijalani dengan hati yang ikhlas, penuh kesabaran, dan keyakinan.

Samsudin Dama berbincang dengan keluarga jemaah umroh./Foto: Istimewa

Sesekali ia berfoto bersama keluarga jemaah. Senyum mengembang, tetapi di balik senyum itu terselip harapan yang panjang.

Sebelum meninggalkan bandara, Samsudin menyempatkan diri menemui keluarga para jemaah. Satu per satu ia menyampaikan ucapan selamat dan doa.

“Mudah-mudahan semua jemaah umroh yang berangkat ke Tanah Suci diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan dilancarkan seluruh aktivitas saat berada di Makkah,” ujarnya.

Waktu keberangkatan akhirnya tiba.

Samsudin bersama Rohani berdiri, memandang langkah para jemaah yang perlahan menjauh menuju pintu keberangkatan. Di titik itu, suasana seakan berubah. Percakapan menjadi lebih sunyi. Lambaian tangan menjadi lebih bermakna.

Ada haru yang perlahan memenuhi dada. Air mata yang jatuh bukanlah tanda kesedihan. Ia adalah air mata syukur, syukur karena menyaksikan orang-orang yang dicintai memperoleh kesempatan memenuhi panggilan ke Tanah Suci.

Dalam keheningan itu, Samsudin menitipkan sebuah doa:

“Ya Allah, terimalah setiap langkah umroh mereka. Jadikanlah ibadah mereka mabrur, ampuni segala khilafnya, serta berikanlah kesehatan dan kemudahan di Tanah Suci. Kembalikanlah mereka ke rumah dalam keadaan selamat, dengan hati yang semakin bersih dan penuh cinta kepada-Mu.”

Foto: Istimewa

Pagi terus berjalan. Pesawat-pesawat datang dan pergi. Namun bagi Samsudin, pagi itu meninggalkan sesuatu yang lebih panjang dari sekadar perpisahan: doa yang terbang bersama mereka, menuju langit yang sama, menuju rumah-Nya. (*)

Berita Terkait

Kebaikan Rahman Salehe, Sederhana Namun Membekas di Hati
Hadirnya Dokter Spesialis Adalah Sebuah Kelegaan. Winta: Terima Kasih PT ASA
Pesona Pohon Cinta Marisa, Pantai Sederhana dengan Laut Indah yang Bikin Betah
Di Tanah Dodap Bersatu, Syukur Menjadi Doa dan Kebersamaan Menjadi Berkat
Memikul Keranda, Menguatkan yang Berduka: Potret Kepemimpinan Humanis Kapolres Boltim
Selamat Jalan Amin Musa, Pengabdianmu Akan Selalu Hidup dalam Kenangan
Di Balik Riuh Bandara, Doa dan Persaudaraan Mengantar Langkah ke Tanah Suci
Menembus Puncak Prestasi: Misel Kartoredjo Ukir Capaian Membanggakan di SMP
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:37 WITA

Kebaikan Rahman Salehe, Sederhana Namun Membekas di Hati

Rabu, 23 September 2026 - 20:04 WITA

Hadirnya Dokter Spesialis Adalah Sebuah Kelegaan. Winta: Terima Kasih PT ASA

Selasa, 22 September 2026 - 19:17 WITA

Pagi yang Penuh Haru di Sam Ratulangi, Samsudin Dama Titipkan Doa Untuk 15 Jemaah

Selasa, 15 September 2026 - 12:47 WITA

Pesona Pohon Cinta Marisa, Pantai Sederhana dengan Laut Indah yang Bikin Betah

Minggu, 13 September 2026 - 23:08 WITA

Di Tanah Dodap Bersatu, Syukur Menjadi Doa dan Kebersamaan Menjadi Berkat

Berita Terbaru