Hadirnya Dokter Spesialis Adalah Sebuah Kelegaan. Winta: Terima Kasih PT ASA
Di Puskesmas Buyat, Seorang Ibu Menemukan Jawaban dan Harapan

Foto: Istimewa
Oleh: Matt Rey Kartorejo
ADA kecemasan yang tak selalu terucap ketika seorang ibu membawa anaknya berobat.
Ia tersimpan di balik genggaman tangan, di sela tatapan yang sesekali jatuh pada wajah sang anak, juga dalam pertanyaan sederhana: Apakah anak saya baik-baik saja?
Pada Selasa, 22 September 2026, pertanyaan itu membawa Winta Hapulu ke Puskesmas Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.
Winta datang dari Buyat Satu. Ia membawa anaknya untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis anak.
Hari itu, ia tak perlu pergi jauh. Tak perlu mencari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain di luar wilayahnya hanya untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis. Sebab, dokter spesialis datang lebih dekat ke tempat masyarakat selama ini mendapatkan pelayanan kesehatan.
Bagi Winta, kehadiran dokter spesialis anak di Puskesmas Buyat bukan sekadar tambahan layanan kesehatan. Ada kemudahan di sana. Ada waktu yang bisa dihemat. Ada biaya perjalanan yang tak perlu dikeluarkan. Dan yang paling penting, ada kesempatan bagi anaknya untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan tanpa harus meninggalkan wilayah tempat tinggalnya.
Winta pun menyambut layanan tersebut dengan rasa syukur.
“Terima kasih PT ASA. Dengan adanya dokter spesialis di Puskesmas, memudahkan kami mendapat pemeriksaan yang dibutuhkan untuk anak kami,” ujar Winta.
Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi bagi seorang ibu, kemudahan mendapatkan pemeriksaan ketika anak membutuhkan perhatian medis bukanlah perkara kecil. Di balik sebuah meja pemeriksaan, ada kekhawatiran orang tua yang ingin ditenangkan.
Di balik stetoskop dokter, ada harapan agar keluhan sang anak segera menemukan jawabannya.
Dan di balik pintu Puskesmas Buyat hari itu, ada sebuah layanan yang berusaha mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat.
Ketika Dokter Spesialis Datang Lebih Dekat
Layanan dokter spesialis tersebut merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arafura Surya Alam (ASA), yang dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas setempat.
Program itu menghadirkan dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tidak dipungut biaya.
Layanan tersedia dua kali setiap bulan di Puskesmas Kotabunan dan Puskesmas Buyat, dengan jadwal pelayanan pada hari Selasa.
Bagi warga, kehadiran layanan tersebut berarti satu hal penting: akses pemeriksaan lanjutan menjadi lebih dekat.
Sebab bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan tertentu, jarak terkadang bukan sekadar angka di peta. Jarak berarti ongkos perjalanan.
Jarak berarti waktu yang harus disisihkan. Jarak juga berarti tenaga yang harus dikeluarkan. Karena itu, ketika dokter spesialis hadir di Puskesmas, sebagian dari jarak itu seolah ikut dipangkas.
Masyarakat tidak harus selalu pergi mencari pelayanan. Kali ini, pelayanan yang datang mendekat.
Sebuah Selasa yang Berarti
Bagi Winta, Selasa, 22 September 2026, mungkin akan berlalu seperti hari-hari lainnya. Tetapi ada satu hal yang mungkin tinggal lebih lama dalam ingatannya: ketika ia membawa anaknya ke Puskesmas Buyat dan menemukan bahwa pemeriksaan yang dibutuhkan bisa didapatkan lebih dekat, lebih mudah, dan tanpa biaya.
Begitulah kadang sebuah program kesehatan menemukan maknanya.
Bukan hanya dalam angka jumlah pasien yang dilayani. Bukan pula semata pada jadwal dokter yang terpampang di dinding Puskesmas. Tetapi pada wajah seorang ibu yang pulang dengan sedikit lebih banyak ketenangan. Pada langkah seorang anak yang mendapat perhatian medis.
Dan pada harapan keluarga bahwa ketika kesehatan datang mengetuk, mereka tak harus berjalan terlalu jauh untuk menemukannya.
Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan dokter spesialis dapat menghubungi Puskesmas Kotabunan maupun Puskesmas Buyat untuk mengetahui jadwal pelayanan setiap bulannya.
Sebab di tempat seperti Buyat, sebuah layanan kesehatan yang datang lebih dekat bukan hanya tentang dokter yang hadir. Ia tentang jarak yang dipendekkan, beban yang diringankan, dan harapan yang dijaga. (*)



