Memikul Keranda, Menguatkan yang Berduka: Potret Kepemimpinan Humanis Kapolres Boltim

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, turut menggotong keranda jenazah almarhumah Nurjanah Manosso, menuju tempat peristirahatan terakhir./Foto: Istimewa

Oleh: Matt Rey Kartorejo

DI TENGAH sunyi yang menyelimuti rumah duka di Desa Bulawan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, duka bukan sekadar kabar yang disampaikan lewat kata-kata. Ia hadir sebagai kehilangan yang nyata, mengendap di dada, dan meninggalkan ruang hening di antara keluarga yang ditinggalkan.

Pada hari itu, wujud rasa duka cita yang mendalam sekaligus kepedulian seorang pimpinan kembali ditunjukkan oleh Kapolres Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.H.

Tanpa sekat dan tanpa jarak, beliau turut menggotong keranda jenazah almarhumah Nurjanah Manosso, istri dari Bripka Rifandy Modeong, anggota Polsek Kotabunan, menuju tempat peristirahatan terakhir.

Langkah itu mungkin sederhana. Namun, di tengah kesedihan, kesederhanaan justru menjelma menjadi bahasa yang paling kuat. Di hadapan keluarga, kerabat, Bhayangkari, dan seluruh personel Polres Boltim yang hadir, Kapolres menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya berdiri di depan ketika keadaan baik-baik saja. Ia juga hadir ketika air mata jatuh, ketika hati sedang rapuh, dan ketika kehilangan terasa begitu berat untuk dipikul seorang diri.

“Ini adalah bentuk perhatian kami sebagai satu keluarga besar Polri. Ketika salah satu anggota berduka, kita semua ikut berduka. Saya ingin menunjukkan bahwa kita saling menguatkan, saling memikul beban, dan saling mendukung dalam keadaan sulit sekalipun,” ujar Kapolres, 9 Agustus 2026.

Kehadiran tersebut mendapat tanggapan positif dari keluarga almarhumah. Sebab, pada akhirnya, belasungkawa bukan hanya tentang kata-kata, melainkan tentang hadir, menggenggam kekuatan yang tersisa, dan bersama-sama mengantarkan sebuah kehidupan menuju keabadian.

Semoga almarhumah Nurjanah Manosso mendapat tempat terindah di sisi Allah SWT. Semoga setiap amal baiknya menjadi cahaya di alam keabadian, dan keluarga yang ditinggalkan dianugerahi ketabahan, keikhlasan, serta kekuatan untuk melewati hari-hari setelah kehilangan.

Aamiin. (*)

Berita Terkait

Kebaikan Rahman Salehe, Sederhana Namun Membekas di Hati
Hadirnya Dokter Spesialis Adalah Sebuah Kelegaan. Winta: Terima Kasih PT ASA
Pagi yang Penuh Haru di Sam Ratulangi, Samsudin Dama Titipkan Doa Untuk 15 Jemaah
Pesona Pohon Cinta Marisa, Pantai Sederhana dengan Laut Indah yang Bikin Betah
Di Tanah Dodap Bersatu, Syukur Menjadi Doa dan Kebersamaan Menjadi Berkat
Selamat Jalan Amin Musa, Pengabdianmu Akan Selalu Hidup dalam Kenangan
Di Balik Riuh Bandara, Doa dan Persaudaraan Mengantar Langkah ke Tanah Suci
Menembus Puncak Prestasi: Misel Kartoredjo Ukir Capaian Membanggakan di SMP
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:37 WITA

Kebaikan Rahman Salehe, Sederhana Namun Membekas di Hati

Rabu, 23 September 2026 - 20:04 WITA

Hadirnya Dokter Spesialis Adalah Sebuah Kelegaan. Winta: Terima Kasih PT ASA

Selasa, 22 September 2026 - 19:17 WITA

Pagi yang Penuh Haru di Sam Ratulangi, Samsudin Dama Titipkan Doa Untuk 15 Jemaah

Selasa, 15 September 2026 - 12:47 WITA

Pesona Pohon Cinta Marisa, Pantai Sederhana dengan Laut Indah yang Bikin Betah

Minggu, 13 September 2026 - 23:08 WITA

Di Tanah Dodap Bersatu, Syukur Menjadi Doa dan Kebersamaan Menjadi Berkat

Berita Terbaru