FEATURE

Di Tanah Dodap Bersatu, Syukur Menjadi Doa dan Kebersamaan Menjadi Berkat

Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama saat foto bersama warga Dodap pada acara pengucapan syukur di Desa Dodap Bersatu. (Foto: Istimewa)

Oleh: Matt Rey Kartorejo

MINGGU, 13 September 2026, matahari seakan menumpahkan cahaya terbaiknya di Desa Dodap Bersatu, Kecamatn Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Hari itu bukan sekadar hari yang lewat dalam lembaran waktu, melainkan sebuah perjumpaan yang dipenuhi sukacita, kehangatan, dan rasa syukur yang tumbuh dari hati masyarakat.

Di tengah suasana penuh kebahagiaan itu, Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Samsudin Dama, hadir dan duduk bersama saudara-saudara umat Kristiani dalam perayaan Pengucapan Syukur. Bagi masyarakat Dodap Bersatu, perayaan tersebut bukan hanya tentang meja-meja yang dipenuhi hidangan, bukan pula semata tentang pertemuan dan makan bersama. Lebih jauh dari itu, ia adalah sebuah doa yang menjelma menjadi perayaan; sebuah ungkapan hati untuk mengakui bahwa segala kebaikan yang diterima, setiap kemajuan yang dicapai, serta keselamatan dan kebersamaan yang masih terpelihara hingga hari ini adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Samsudin memandang Pengucapan Syukur sebagai cermin kesadaran. Bahwa sebuah desa tidak tumbuh oleh satu tangan saja. Kemajuan lahir dari kerja bersama, dari gotong royong yang tak mengenal lelah, dari persatuan yang dirawat, serta doa-doa yang dipanjatkan dengan ketulusan.

“Pengucapan Syukur” adalah ungkapan terima kasih atas nikmat yang telah diberikan, sekaligus janji untuk menjaganya. Di dalamnya terdapat tekad untuk terus berbuat baik, saling menopang, dan merawat kerukunan agar Dodap Bersatu semakin maju, makmur, damai, dan penuh berkat,” kata Samsudin.

Kepada seluruh warga, pemuka masyarakat, para pemimpin, serta mereka yang telah bekerja keras mempersiapkan perayaan tersebut, Samsudin menyampaikan selamat dan apresiasi. Ia berharap kebahagiaan yang memenuhi sore itu menjadi awal bagi datangnya berkat yang lebih panjang, kemajuan yang semakin pesat, serta kedamaian yang terus mengiringi perjalanan masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas keramahan dan jamuan yang disuguhkan. Baginya, setiap hidangan bukan sekadar makanan yang mengenyangkan, melainkan bahasa kasih yang menghangatkan hati. Setiap senyum, setiap persiapan, dan setiap tangan yang bekerja adalah tanda persaudaraan yang hidup.

Foto: Istimewa

Sebelum menutup pesannya, Samsudin mengajak masyarakat Dodap Bersatu membawa semangat syukur itu ke dalam hari-hari berikutnya: menjaga persatuan, mempererat kerja sama, dan terus menyalakan harapan.

Sebab pada akhirnya, desa bukan hanya tentang tanah tempat berpijak. Desa adalah tentang manusia yang saling menggenggam, tentang doa yang dipanjatkan bersama, dan tentang harapan yang tumbuh dari kebersamaan.

“Sekali lagi, selamat berbahagia, dan terima kasih yang tak terhingga,” tutur Samsudin Dama. (*)

BERITA TERKAIT

Back to top button