Kelompok Mahasiswa “Bersyandah” IAKN Manado Jawara Lomba Krida Aktivis Kampus

TIMURTIMES.COM, Manado – Kelompok mahasiswa bernama “Bersyandah” Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado berhasil meraih juara 1 dalam lomba Krida Aktivis Kampus untuk kategori Film Pendek Berbahasa Daerah, Selasa (12/11/2024).
Ketika diwawancarai media ini, Ketua kelompok “Bersyandah”, Gilbert Welan, mengakui merasa bangga dan bersyukur atas prestasi ini.
Dikatakannya, untuk mengikuti lomba ini sangat menguras tenaga. Proses produksi film ini memerlukan waktu, tenaga, dan dedikasi yang besar dari seluruh anggota kelompok.
“Kalau berbicara soal proses, melewati banyak proses yang panjang mulai dari waktu, tenaga, dan kegiatan pribadi kami itu disingkirkan terlebih dahulu,” ujar Welan.
Ia menambahkan bahwa pembuatan film ini merupakan usaha kolektif dari seluruh anggota kelompok, dan koordinasi di antara mereka sangat penting untuk mencapai hasil terbaik.
“Bersyandah” bukanlah kelompok baru. Mereka telah terbentuk cukup lama dan memiliki semangat serta kerjasama yang kuat.

“Grup Bersyandah ini sudah cukup lama kami buat, karena kami punya kerja sama, kami punya kemauan dan potensi untuk mengembangkannya,” tutur Welan.
Berbekal kemauan tersebut, kelompok ini berusaha keras mengikuti lomba dan memberikan yang terbaik.
Dari 5 kelompok yang dipilih sebagai utusan IAKN Manado, “Bersyandah” berhasil menjadi salah satu peserta yang mewakili kampus dan meraih peringkat satu.
“Kalau bicara soal respons, tentunya sangat bersyukur karena dari 5 kelompok yang ikut untuk menjadi utusan dari IAKN Manado, kami salah satunya yang untuk mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.
Mereka merasa bangga, bisa mengharumkan nama kampus melalui karya ini.
Menurut Welan, proses produksi film ini cukup panjang dan menantang, terutama dalam mengkoordinasikan waktu dan tempat yang tepat bagi setiap anggota.
“Kami melewati proses yang cukup panjang karena ada beberapa orang yang kami harus menunggu waktu mereka, harus mau cari tempat yang pas untuk pembuatan film ini,” katanya.
Banyak waktu yang dikorbankan demi keberhasilan film ini, dan kelompok ini harus saling berkompromi untuk mencapai visi bersama.
Dalam proses pembuatannya, tentu ada perbedaan pendapat di antara anggota kelompok. Namun, mereka berhasil menjaga kekompakan dan akhirnya meraih hasil yang memuaskan.
“Kalau mau bilang proses itu panjang sekali. Karena untuk sampai di titik ini tidak semudah yang apa yang orang lain lihat,” ungkap Welan.
Meskipun menghadapi tantangan, kelompok ini tetap kompak dan bersyukur dapat meraih juara pertama.
Welan berharap, ke depan mereka bisa menjadi mahasiswa yang lebih aktif di kampus dan membawa nama baik IAKN Manado di tingkat yang lebih tinggi.
“Harapan kedepannya tentu bisa menjadi mahasiswa yang lebih aktif lagi dalam kampus dan terus membanggakan nama Institut Agama Kristen Negeri Manado ke luar,” harapnya.
Ia pun juga ingin terus memotivasi mahasiswa lain agar berani menunjukkan potensi mereka.
Sebagai penutup, Welan berpesan kepada sesama mahasiswa agar selalu yakin pada kemampuan diri sendiri dan tidak takut untuk bersaing.
“Pesan untuk mahasiswa kedepannya harus lebih yakin lagi dengan diri sendiri, dan jangan pernah malu untuk menunjukkan potensi yang ada dalam diri kalian,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa perjalanan mungkin tidak mudah, namun ia percaya bahwa Tuhan akan selalu menyertai di setiap langkah.
“Tuhan tidak pernah bilang proses itu gampang, tapi Tuhan bilang dia akan selalu bersama-sama denganmu,” pungkasnya. (Mexie Suot)



